"Dunia telah berubah, dunia telah berkembang dan dunia Arab juga telah berubah di dalamnya," kata Syeikh al-Qardhawi, seorang ulama kelahiran Mesir yang tinggal di Qatar.
"Jangan menghalangi rakyat," kata Qardhawi, memberi pesan peringatan kepada para pemimpin dunia Arab. "Jangan mencuba untuk memimpin mereka dengan cakap-cakap kosong. Lakukanlah dialog yang nyata dengan mereka."
"Jangan biarkan orang lain mencuri revolusi ini dari anda - orang-orang munafik yang akan memasang wajah baru yang sesuai dengan mereka," katanya, berbicara kepada sekurang-kurangnya 200,000 yang berkumpul untuk solat Jumaat di Tahrir Square, pusat pemberontakan Mesir. "Revolusi belum berakhir. Ini baru saja di mulai di Mesir."
Ratusan ribu rakyat Mesir tumpah ruah di Tahrir Square, pusat pemberontakan nasional yang memaksa presiden Hosni Mubarak untuk berundur seminggu yang lalu dan menyerahkan kekuasaannya kepada junta militer.
Para aktivis telah menyerukan aksi kemenangan untuk memperingati mereka yang terkorban dalam pemberontakan dan untuk menekan keputusan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata untuk segera memenuhi janji reformasi.
Syeikh Qardhawi, yang juga pembawa siri popular di stasiun televisyen Al-Jazeera dan memiliki hubungan dekat dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir, mendesak militer untuk memecat kabinet yang didominasi oleh tokoh rejim lama, yang juga merupakan tuntutan utama dari aktivis pro-demokrasi.
"Kami menginginkan pemerintahan baru yang tidak termasuk wajah lama. Ketika orang melihat wajah-wajah lama, hal itu hanya mengingatkan mereka dengan kelaparan, kemiskinan, kesengsaraan," kata Syeikh Qardhawi, yang secara luas dianggap sebagai salah satu dari ulama terkenal Sunni Islam.(fq/skynews)
0 comments:
Post a Comment