Sunday, February 20, 2011

LIBYA Berdarah - Puluhan Terbunuh

Ghaddafi menggunakan kekuatan militernya dalam menghadapi aksi protes rakyatnya, yang kian bertambah besar. Hari Jumaat lalu, lebih dari 20 orang terbunuh, dan 200 lainnya mengalami kecederaan akibat tembakan dan gas air mata. Pergaduhan terjadi di kota terbesar kedua, Benghazi, ujar seorang penjaga hospital, yang tidak disebut indentitinya.

Ribuan orang melakukan aksi protes di jalan-jalan yang menuntut Ghaddafi mengundurkan diri dari kekuasaannya. Namun, jumlah yang terjadi pada hari Jumaat, masih simpang siur, dan sebelumnya pada hari Khamis, yang terbunuh lebih dari 50 orang, ujar seorang pegawai di hospital.

Amnesty Internasional mengatakan pasukan keamanan membunuh, lebih dari 46 orang, ujar sebuah sumber di hospital al-Jala di Benghazi, dan lebih banyak lagi, yang mengalami kecedaraan.

"Jumlah yang terbunu akan bertambah banyak, diakibatkan tembakan tentera, yang menggunakan peluru tajam", ujar Malcolm Smart, Direktur Amnesty Internasional untuk Afrika Utara, seperti dikutip CNN.

Ini merupakan 'perang' terbuka antara tentera yang mendukung Ghaddafi dengan para penentang rejim yang sudah berkuasa selama 41 tahun. Penguasa yang terlama sepanjang sejarah kekuasaan di Afrika utara. Para penunjuk perasaan mengatakan, Ghaddafi adalah, "Diktator Terbesar Sepanjang Sejarah".

Di hospital Al-Jala penuh sesak dengan mangsa yang terbunuh dan cedera. Elektrik terputus sejak sebelum hari Jumaat, sehingga para doktor tidak dapat menangani pesakit yang cederadengan segera. Baru hari Jumaat elektrik pulih kembali, dan para doktor dapat menangani para korban.

Di al-Baida ribuan orang mengantarkan 13 jenazah, akibat tembakan pasukan keamanan Libya, ujar Mohammed Abdallah, pemimpin oposisi Front Nasional.

Selama aksi menentang Ghaddafi sudah lebih 100 orang yang maut, akibat kekerasan yang dilakukan militer dan para pendukung Ghaddafi. Ibukota Tripoli kekuatan pendukung Ghaddafi sangat kuat, dan mereka melawan setiap gerakan yang menentang pemerintah.(mh/cnn)

sumber

0 comments: