Friday, February 25, 2011

LIBYA - Kota ke-3 Jatuh ke Tangan Pembangkang

Khamis pagi, Tripoli ibukota Libya seperti kota hantu, kata seorang saksi. Sementara itu, kekuatan kelompok anti pemerintah menyatakan kemenangan di kota-kota lain, dan seperti dilaporkan mereka merebut kendali kota negara ketiga terbesar.

Misrata - juga disebagai Misurata - sekarang jatuh ketangan pihak pembangkang, menurut beberapa saksi dan laporan media. Beberapa orang saksi juga mengatakan bahawa kota Az Zintan berada di bawah penguasaan pembangkang.

Pihak pembangkang juga menguasai kota kedua terbesar, Benghazi, kota di mana banyak meluapkan kegembiraannya, dan banyak wartawan antarabangsa berkumpul dan singgah. Hanya sesekali terdengar bunyi tembakan, tetapi itu bunyi tembakan yang merayakan kemenangan.

"Ketika mereka melihat wartawan yang datang, mereka meledak dengan kegembiraan dan bersorak-sorai dan bertepuk tangan, orang-orang mengatakan" terima kasih, terima kasih "dalam bahasa Inggeris" kata CNN Ben Wedeman.

"Ini luar biasa. Seperti menyambut kaum keluarga yang pulang ke rumah atau kampung halaman mereka. Orang-orang yang putus asa, merasa mendapat perhatian dunia, dan mereka yang putus asa menyampaikan kisah-kisah mereka kepada wartawan," kata Wedeman, koresponden televisyen pertama Barat yang berjaya masuk Libya, saat krisis.

"Mereka tentu merasa sangat antusiasme, dan berusaha dengan segala kekuatan dan dedikasi untuk mempertahankan kota mereka," kata Wedeman. "Mereka tidak memiliki seperti yang dimiliki pasukan Gadhafi : "Kereta kebal, senjata anti pesawat udara, pesawat tempur, dan kapal perang", tambah Wademen.

Namun ibukota Tripoli, adalah cerita yang berbeza. Suara tembakan terus terdengar sepanjang hari, sejak Khamis, dan banyak cerita orang-orang melarikan diri. Pasukan keamanan Pemerintah memperketat cengkaman mereka di ibukota Libya,ujar seorang sumber. Tak seorang pun diizinkan keluar dan masuk Tripoli.

"Tidak ada orang berjalan di jalan, tidak ada yang mencuba untuk keluar, bahkan untuk melihat melalui jendela," ujar seorang warga yang tidak ingin disebut identitinya atas alasan keselamatan. "Ini sangat menakutkan."

Di bahagian lain, bahawa Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton akan pergi ke Geneva, hari Isnin untuk bergabung dengan Dewan HAM Internasional dalam sebuah pertemuan untuk mendiskusikan tentang resolusi yang diambil terhadap Libya.

Pentagon menawarkan "semua pilihan" kepada Presiden Barack Obama dalam menghadapi krisis Libya, ujar seorang pegawai tinggi militer AS, kepada CNN.

"Tugas kita adalah untuk memberikan pilihan dari sisi militer dan itu adalah apa yang kita fikirkan sekarang," kata pejabat itu, yang menolak untuk menyebut namanya, kerana situasinya sangat sensitif. "Kami akan memberikan pilihan kepada presiden yang harus diputuskan", ujar pegawai Petagon itu. (mh/cnn)

sumber

0 comments: