Tuesday, February 1, 2011

MOROCCO Pula Takut Demam TUNISIA


Morocco/ Maghribi sebagai negara Afrika Utara lainnya dengan khuatir memantau pemberontakan di Mesir, dengan peringatan bahawa kerusuhan Mesir boleh bertempias di Morocco bahkan peringatan itu berasal dari dalam kerajaan.

Morocco memang belum tersentuh, namun, oleh protes kekerasan yang telah mengakhiri pemerintahan Zine El Abidine Ben Ali di Tunisia, serta aksi massa yang mengancam Mesir Hosni Mubarak dan juga telah mengguncang pemerintahan Abdelaziz Bouteflika di Aljazair, tidak menutup kemungkinan akan menjalar juga di Morocco.

"Tapi kami tidak boleh tertipu, hampir setiap sistem otoriter akan terpengaruh oleh gelombang protes, termasuk Maroko tidak terkecuali," kata sepupu Raja Muhammad VI, Moulay Hicham dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Isnin lalu (31/1).

"Masih harus dilihat apakah pemberontakan hanya bersifat sosial atau juga politik, dan apakah partai politik juga ikut ambil bahagian dan memberi pengaruh dalam peristiwa baru-baru ini," kata Pangeran Moulay Hicham kepada harian Sepanyol El Pais.

Pangeran Moulay Hicham berusia masih 46 tahun, garis ketiga takhta kerajaan, yang dijuluki "Pangeran merah" kerana kritiknya terhadap sistem monarki di Morocco.

Ia mengatakan, liberalisasi politik yang diluncurkan pada 1990-an setelah Muhammad berhasil menyingkirkan otoriter ayahnya Hassan II hampir berakhir, dan menghidupkan kembali hal itu yang saat ini masih menghindari tekanan radikal akan adanya tentangan besar.

Peristiwa-peristiwa di Mesir mendominasi pers Maroko tetapi pemerintah sejauh ini tidak memberikan komentar. Namun Senin kemarin (31/1) memberikan bukti bahwa situasi wilayah itu juga khawatir dengan adanya jawaban cepat atas laporan penugasan pasukan militer.

Maroko memanggil duta besar Sepanyol untuk memprotes laporan di media Sepanyol bahawa pasukan Maroko telah dibawa dari barat Sahara dalam kes menghadapi penunjuk perasaan.

"Pemerintah Kerajaan Maroko mengeluarkan penolakan kategoris terhadap pernyataan palsu ...," kata Menteri Komunikasi dan juru bicara pemerintah Khalid Naciri.

Dia menekankan kemarahan pemerintah beralasan kerana "tuduhan yang tidak berdasar" media Sepanyol - yang sebenarnya pertama kali berita itu muncul di halaman Facebook wartawan Maroko Ali Lmrabet - bahawa pasukan telah bergerak ke arah Casablanca dan Rabat.

"Peran pemerintah manapun adalah untuk mengambil tindakan melawan apa pun yang mungkin mendorong ketidakstabilan."

Akhbar pro-pemerintah juga telah bereaksi keras terhadap informasi bahawa kerusuhan mungkin menyebar melintasi perbatasan Morocco, khususnya untuk sebuah wawancara dengan wartawan pembangkang Aboubakr Jamai.

Jamai meramalkan bahawa "Jika warga Maroko bereaksi , perbezaan dalam kekayaan sehingga pemberontakan akan lebih berdarah daripada di Tunisia."(fq/aby)

sumber

0 comments: