Kebuntuan itu menimbulkan ujian besar bagi militer pada saat para penunjuk perasaan menyerukan kepada militer untuk melakukan intervensi melawan Mubarak.
Dewan tertinggi Militer sendiri telah mengadakan pertemuan "penting" Jumaat pagi ini, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Marsekal Hussein Tantawi, pejabat berita pemerintah melaporkan.
"Dewan akan mengeluarkan pernyataan penting kepada masyarakat setelah pertemuan," lapor kantor berita MENA.
"Kami sedang menunggu reaksi keras dari militer atas pidato Mubarak," kata Mohammed Mustapha, jurucakap penunjuk perasaan. Dia mengatakan "sejumlah besar" penunjuk perasaan diharapkan akan kembali hadir pada Jumaat ini.
Penyelenggara aksi mengatakan sebahagian penunjuk perasaan sudah berkemah di luar istana presiden dan bangunang parlemen dan bangunan televisyen pemerintah. Mereka merencanakan demonstarsi di enam lokasi terpisah, selain Tahrir Square, pusat dari aksi massa yang dimulai pada 25 Januari lalu.
"Kami akan berkemah di mana saja untuk menempatkan lebih banyak tekanan pada rejim," kata Abdel-Rahman Samir, seorang organisator aksi.
Sebelumnya ratusan ribu orang telah mengemas diri di Tahrir Square pada hari Khamis semalam, mereka bergembira dengan adanya infromasi bahawa Mubarak akan mengumumkan pengunduran dirinya.
Namun malangnya, mereka mendapatkan sebaliknya dan sangat terkejut saat Mubarak berbicara menyatakan dirinya tidak akan berundur. Beberapa penunjuk perasaan menangis sedih. Sebagian lainnya melambaikan kasut mereka ke udara sebagai tindakan penghinaan terhadap Mubarak. Setelah pidato, mereka berteriak "Pergi, pergi, pergi."
Sekitar 2,000 penunjuk perasaan kemudian bergerak ke bangunan televisyen negara beberapa blok jauh dari Tahrir square, yang dijaga oleh militer dengan kawat berduri dan kereta kebal. (fq/ap)
0 comments:
Post a Comment