Monday, February 28, 2011

PM TUNISIA Letak Jawatan

Perdana Menteri ad interim Tunisia,Mohammed Ghannouchi, telah mengumumkan pengunduran dirinya di televisyen Tunisai.

"Saya telah memutuskan untuk berhenti sebagai perdana menteri," kata Ghannouchi dalam sebuah sidang media, di Tunis. Pengunduran diri Gannoushi ini telah difikirkan dengan cermat dan matang dan keputusan yang diambilnya itu disokong oleh keluarganya.

Ghannouchi telah memimpin negara itu sejak Presiden Zine El Abidine Ben Ali meninggalkan negara itu pada 14 Januari, akibat terjadinya pemberontakan selama bulan Januari.

Ghannouchi adalah sekutu lama Ben Ali, dan telah berjanji untuk mengantarkan pemerintahan baru, sampai pemilihan umum dapat diselenggarakan musim panas ini.

Demonstrasi telah kembali meletus di negara Afrika Utara dalam beberapa hari terakhir, dan tiga orang terbunuh dalam oertempuran antara penunjuk perasaan dan pasukan keamanan di ibukota Tunis, hari Sabtu lalu.

"Tiga orang maut dan belasan lainnya mengalami kecederaan dalam pertempuran dan dipindahkan ke hospital untuk perawatan," kata kementerian dalam negeri dalam sebuah pernyataan. "Beberapa anggota pasukan keamanan juga mengalami kecederaan", tambah pengumuman dari Kementerian dalam negeri.

Loyalis Ben Ali

Pasukan keamanan telah menembakkan tembakan peringatan dan gas air mata pada demonstrasi anti-pemerintah, dan para demonstran melemparkan batu, ujar seorang wartawan dari pejabat berita AFP.

Seorang pegawai kementerian dalam negeri, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan kepada pejabat berita Reuters bahawa kematian itu terjadi setelah kerusuhan yang disutradarai oleh orang-orang setia kepada Zine El Abidine Ben Ali.

"Mereka yang ditangkap telah mengakui mereka didorong oleh mantan pegawai Ben Ali," katanya. "Yang lain mengatakan bahwa mereka dibayar untuk melakukannya."

Pada hari Jumaat, puluhan ribu pendemo telah kembali ke jalan-jalan menuntut pengunduran diri Ghannouchi.

Pernyataan kementerian dalam negeri mengatakan lebih dari 100 orang ditangkap pada hari Sabtu dan 88 orang telah ditangkap pada hari Jumaat. Pertempuran terjadi akibat adanya "agitator" yang menyusup ke dalam demonstrasi damai.

Mereka telah menggunakan mahasiswa "sebagai perisai manusia untuk melakukan tindak kekerasan, pembakaran bangunan itu disengaja untuk melakukan kekacauan di antara orang-orang yang ikut dalam aksi, yang kemudian bertempur dengan pasukan keamanan internal," kata pernyataan itu.

Ghannouchi mengumumkan pada hari Jumaat bahawa pemerintah akan mengadakan pemilihan pada pertengahan Julai. (mh/aljz)

sumber

0 comments: