Kementerian Pendidikan Saudi mengeluarkan resolusi untuk menarik beberapa buku yang ada di perpustakaan sekolah umum yang dianggap menghasut kekerasan dan melarang adanya sumbangan buku tanpa persetujuan oihak berkuasa terlebih dahulu.
Buku-buku yang dituduh memiliki dampak negatif pada siswa sekolah seperti tulisan-tulisan para pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir seperti Syeikh Hassan al-Banna, pengasas Ikhwan, dan Sayyid Quthb, salah satu pemikir Ikhwan yang paling terkemuka, akhbar al-Hayat yang berpusat di London melaporkan.
Kementerian pendidikan mengumumkan rancangan akan melakukan kunjungan rutin ke perpustakaan sekolah untuk memastikan bahawa perpustakaan sekolah tidak lagi menyimpan buku-buku serupa untuk para siswa.
Dr Muhammad al-Zulafi, mantan anggota Dewan Syura, mengatakan langkah ini sudah terlambat.
"Perpusatkaan sekolah selalu berisi buku yang ((mengikut pandangan fahaman Salafi Wahhabi Saudi) mempromosikan kekerasan dan ekstremisme ," katanya kepada Al Arabiya.
"Tulisan-tulisan para pemimpin Ikhwanul Muslimin memiliki pengaruh yang kuat pada pendidikan di Arab Saudi selama tiga dekad terakhir."
Zulafi menyatakan keraguannya tentang pelaksanaan keputusan kementerian itu kerana sebahagian besar pustakawan di sekolah-sekolah mengadopsi pandangan yang sangat mendalam terhadap buku-buku yang dilarang tersebut.
"Saya menyerukan kepada warga negara untuk ambil bahagian dalam pelaksanaan keputusan ini. Mereka mesti tahu apa yang terjadi di dalam sekolah-sekolah. "
Zulafi menambahkan bahawa untuk waktu yang lama, buku-buku (yang menurut pandangan Salafi Wahhabi Saudi sebagai) ekstrimis telah membanjiri perpustakaan sekolah, sementara ada pembatasan terhadap buku-buku seni yang berbicara tentang seni atau nilai-nilai toleransi dan moderasi.
"Ada orang yang mendukung peredaran buku-buku itu. Beberapa bahkan mencetaknya dan mendistribusikannya secara percuma tanpa mempertimbangkan konsekuensinya kepada siswa. "
Zulafi memperingatkan bahawa buku-buku tidak hanya ada di sekolah, tetapi juga di beberapa tempat lainnya seperti klinik doktor. Itulah sebabnya, katanya, mesti ada rencana yang matang untuk menarik buku-buku tersebut dari seluruh kerajaan.
"Jika buku-buku tersebut tidak ditarik, pemuda kita akan berakhir di Somalia atau Tora Bora di Afghanistan karena idea-idea ekstremis yang mereka baca," pungkasnya.(fq/aby)
0 comments:
Post a Comment