Monday, February 21, 2011

Sudah 233 Terbunuh di LIBYA

Menurut Human Right Watch jumlah yang terkorban sudah mencapai 233 orang, dan ratusan lainnya yang mengalami kecederaan. Seorang saksi mata, menuturkan bahawa terjadi 'genocide' (pembantaian) oleh pasukan militer Libya terhadap para penentang Gadhafi. Pernyataan para saksi mata itu, dibenarkan oleh Human Right Watch,yang mengunjungi hospital-hospital yang ada di Benghazie, di mana ratusan mangsa yang masih berada di rumah sakit itu.


Saif al-Islam,anak kedua tertua Gadhafi, berbicara di televisyen, mengajukan proposal reformasi menuju kehidupan yang demokratik di negeri itu, dan memperingatkan bila aksi protes itu tidak berhenti, dikhuatirkan akan terjadi perang saudara, tegasnya.

"Kami berbicara dengan sangat rasional, kami boleh menghentikan pertumpahkan darah, kami dapat bergandingan tangan untuk Libya", tegas Saif al-Islam. "Tetapi, jika aksi protes ini terus berlanjut, lupakan demokrasi, lupakan reformasi, dan akan ada perang saudara", tambahnya.

sumber

0 comments: