Saif al-Islam,anak kedua tertua Gadhafi, berbicara di televisyen, mengajukan proposal reformasi menuju kehidupan yang demokratik di negeri itu, dan memperingatkan bila aksi protes itu tidak berhenti, dikhuatirkan akan terjadi perang saudara, tegasnya.
"Kami berbicara dengan sangat rasional, kami boleh menghentikan pertumpahkan darah, kami dapat bergandingan tangan untuk Libya", tegas Saif al-Islam. "Tetapi, jika aksi protes ini terus berlanjut, lupakan demokrasi, lupakan reformasi, dan akan ada perang saudara", tambahnya.
0 comments:
Post a Comment