Fahrat Rajhi membuat pengumuman tersebut pada hari Ahad lalu (6/2) dan memerintahkan semua pejabat RCD ditutup dan pertemuan mereka ditangguhkan.
RCD, yang merupakan jantung dalam pengatur tindakan pada masa pemerintahan 23 tahun mantan Presiden Zine El Abidine Ben Ali, akhirnya dapat dibubarkan, kementerian dalam negeri mengatakan.
Keputusan itu dibuat karena kerana keperluan yang mendesak di tengah situasi negara ini yang masih marak aksi protes dan untuk menjaga kepentingan yang lebih tinggi dari bangsa Tunisia, menurut kementerian dalam negeri.
Beberapa jam sebelum pengumuman tersebut, sekurang-kurangnyanya empat orang terbunuh dan 17 lainnya cedera dalam pertempuran yang meletus antara penunjuk perasaan yang marah dan pasukan keamanan.
0 comments:
Post a Comment