Wakil presiden Mesir yang baru, Omar Suleiman, telah lama berusaha untuk membusukkan nama kelompok pembangkang Ikhwanul Muslimin dalam hubungannya dengan pegawai AS, kabel diplomatik yang bocor menunjukkan hal itu, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah ia dapat bertindak sebagai perantara yang jujur dalam krisis politik negara Mesir.
Pesan kedutaan AS yang dibocorkan WikiLeaks, juga melaporkan bahawa mantan ketua intelijen tersebut telah menuduh Ikhwan alan melakukan tindakan ekstremis bersenjata dan memperingatkan pada tahun 2008 bahawa jika Iran mendukung kelompok Islam yang dilarang ini, maka Teheran akan menjadi "musuh kita".
Pengungkapan dokumen ini terjadi pada saat Suleiman bertemu dengan kelompok pembangkang, termasuk Ikhwanul Muslimin yang dilarang, dalam rangka mengeksplorasi cara untuk mengakhiri krisis politik di Mesir.
AS telah menjelajahi opsi untuk mempercepat pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak, termasuk senario yang menyerukan untuk mengubah kekuasaan kepada pemerintah transisi yang dipimpin oleh Suleiman dan didukung oleh militer.
Mubarak, yang telah memerintah tanpa wakil presiden selama 30 tahun, terburu-buru mengangkat Suleiman (74 tahun) sebagai wakil presiden pada saar para penunjuk perasaan menuntut pengunduran dirinya.
Suleiman secara peribadi menyuarakan kebencian terhadap Ikhwan dan hal itu tidak mengejutkan bagi warga Mesir.
Implikasinya sangat jelas dalam kabel diplomatik yang bocor menyatakan dengan jelas bahawa para pegawai AS skeptis terhadap usaha Suleiman berdialog dengan Ikhwan, di mana Suleiman sendiri menggambarkan Ikhwan sendiri sebagai "hantu".
Dalam kabel pada tanggal 15 Februari 2006, duta besar Francis Ricciardone melaporkan Sulaiman telah menegaskan bahawa Ikhwanul Muslimin telah menetaskan '11 kelompok ekstremis Islam yang berbeza, terutama Jihad Islam Mesir dan Jemaah Islamiyah.
Dalam pertemuannya dengan Robert Mueller direktur FBI, sewaktu Mueller mengunjungi Kaherah pada Februari 2006, Suleiman mengatakan bahawa dirinya telah memberitahu Mueller bahawa Ikhwan bukan sebuah organisasi keagamaan, ataupun organisasi sosial, ataupun parti politik, namun kombinasi dari ketiganya". (fq/guard)
0 comments:
Post a Comment