Masyarakat di negara Afrika Utara dan Timur Tengah akan bergabung dalam "Hari Kemarahan" massiv yang dirancang diselenggarakan selepas solat Jumaat hari ini (4/3) melawan rejim yang tidak popular di negara masing-masing.
Demonstrasi yang berlangsung di Tunisia dan Mesir, di mana revolusi rakyat telah berhasil menggulingkan pemerintahan yang autokratik dan didukung Barat, telah menginspirasi aksi protes anti-pemerintah di sejumlah negara Arab lainnya.
Pasukan yang melawan penguasa Libya Muammar Gaddafi juga menyerukan aksi protes di ibukota Tripoli. Rejim yang telah berkuasa selama 42-tahun di Libya dengan brutal menzalimi pemberontakan yang dimulai pada 15 Februari dan dilaporkan telah membunuh ribuan penunjuk perasaan anti-pemerintah sejauh ini.
Di Arab Saudi, di mana tahanan mengalami pelecehan dan menarik gelombang kemarahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, kempen hak asasi manusia online telah bersatu mendukung aksi kemarahan masyarakat di Governorat Al-Ihsaa Provinsi Timur Saudi, AFP melaporkan.
Aksi turun ke jalan yang direncanakan berlangsung Jumaat ini setelah solat Jumat, juga diharapkan akan berlangsung di jalan-jalan Yaman, Jordan dan Bahrain.(fq/prtv)
0 comments:
Post a Comment