Monday, March 21, 2011

Ghaddafi Membalas Serangan Tentera Bersekutu


Amerika Syarikat, Britain dan Perancis memukul Libya dengan serangan rudal Tomahawk dan serangan udara pada pagi hari Ahad ini (20/3), mencetuskan kemarahan dari Muammar Gaddafi yang menyatakan Mediteranian telah menjadi "medan perang."

Dalam intervensi Barat terbesar di dunia Arab sejak invasi tahun 2003 pimpinan AS ke Iraq, kapal perang Amerika dan sebuah kapal selam Britain sekurang-kurangnya telah menembakkan 110 peluru berpandu jelajah Tomahawk ke Libya pada hari Sabtu lepas, militer AS mengatakan.

Laksamana William Gortney kepada wartawan di Pentagon menyatakan bahawa peluru berpandu menghentam lebih dari 20 sistem pertahanan udara terpadu dan fasiliti udara lainnya serta fasiliti pertahanan darat."

Serangan itu terjadi dua hari setelah resolusi Dewan Keamanan PBB dengan dukungan Arab memberikan kebenaran aksi ketenteraan untuk mencegah pasukan Gaddafi dari menyerang warga awam di tengah pemberontakan melawan pemerintahan autokratik Gaddafi..

Seorang koresponden AFP mengatakan bom dijatuhkan Ahad pagi dekat Bab al-Aziziyah, markas Gaddafi di Tripoli, mendorong terjadinya tembakan anti-pesawat dari pasukan Libya yang berlangsung sekitar 40 minit.

Televisyen negara memperlihatkan gambar ratusan pendukung Gaddafi yang dikatakan telah berkumpul sebelumnya untuk menjadi perisai manusia di Bab al-Aziziyah dan di lapangan terbang internasional ibukota.

Seorang pegawai Libya kepada AFP menyatakan bahawa sekurang-kurangnya 48 orang terbunuh dan 150 cedera - terutama wanita dan kanak-kanak - dalam serangan, yang dimulakan dengan serangan oleh pesawat perang Perancis. Namun Perancis membantah dengan mengatakan bahawa yang mereka serang adalah kenderaan militer milik pasukan pro Gaddafi.

Media pemerintah Libya mengatakan pesawat tempur aliansi Barat pada Sabtu malam mengebom sasaran awam di Tripoli, menyebabkan korban sementara jurucakap militer mengatakan serangan juga menghentam tangki bahan bakar kota yang dikuasai pemberontak dari Misrata, timur Tripoli.

Gaddafi, dalam siaran audio pesan singkatnya di televisyen negara, mengecam keras serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai "agresi barbar, Tentera Salib."

Dia bersumpah akan melakukan serangan pembalasan, terkait serangan pasukan aliansi pada sasaran militer dan awam di Mediteranian, yang katanya telah berubah menjadi "medan perang yang nyata."

"Sekarang depot senjata telah dibuka dan semua orang Libya bersenjata," untuk melawan kekuatan Barat, pemimpin veteran itu memperingatkan.

Kementerian Luar Negeri Libya mengatakan bahawa setelah serangan, Libya menganggap sebagai tidak resolusi PBB yang tidak valid dan memerintahkan gencatan senjata oleh pasukan aliansi dan meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan.

Serangan terhadap Libya "mengancam perdamaian dan keamanan internasional," kata kementerian luar negeri.

"Libya menuntut pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB setelah agresi Perancis-Amerika-Britain terhadap Libya, yang juga merupakan negara merdeka anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa," katanya menegaskan.(fq/afp)

sumber

0 comments: