Thursday, March 3, 2011

Hamas : Jangan Belajar Tentang Holocaust

Pegawai pemerintah Hamas di Gaza pada hari Selasa (1/3) mendesak anak-anak sekolah untuk meninggalkan kelas jika ada pelajaran hak asasi manusia termasuk pelajaran tentang Holocaust.

Pemerintah pimpinan Hamas mengatakan akan melakukan segala sesuatu yang dapat mencegah anak-anak Gaza diajarkan tentang Holocaust di sekolah-sekolah UNRWA yang ada di Jalur Gaza.

Juru bicara UNRWA Chris Gunness menjelaskan bahawa pendidikan hak asasi manusia telah menjadi bahagian dari kurikulum lembaga sekolah di seluruh wilayah tersebut sejak tahun 2002. Di Gaza, UNRWA menjalankan 228 sekolah, mendidik lebih dari 200.000 anak-anak.

"Kerana situasi di Gaza, kami telah memperkaya kurikulum dengan melanjutkan pendidikan hak asasi manusia di Jalur Gaza, Gunness mengatakan, menjelaskan bahawa program ini berlabuh dalam prinsip-prinsip Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB.

Menteri Pendidikan Gaza Muhammad Ashquol mengatakan kementeriannya tidak akan pernah mengizinkan Holocaust diajarkan untuk anak-anak Gaza di kem pelarian."

"Sistem pendidikan Gaza adalah garis merah yang tidak boleh diabaikan," tambahnya.

Kementerian Budaya Hamas juga mengeluarkan pernyataan mengecam masuknya informasi mengenai Holocaust dalam kurikulum PBB, yang digambarkan sebagai sebuah "tentangan" untuk bangsa Palestin.

Pegawai Kementerian mengatakan pelajaran itu merupakan intervensi terang-terangan dalam urusan Palestin, dan ada plot mencurigakan dalam hal ini. Mereka mendesak para guru untuk menolak untuk menyertakan pelajaran tentang Holocaust dalam pelajaran mereka.

Selanjutnya, pejabat itu meminta anak-anak untuk meninggalkan kelas jika guru mencuba untuk memberitahu mereka tentang Holocaust atau memberi mereka buku-buku tentang peristiwa tersebut.

Jurucakap UNRWA mengatakan anak-anak di Gaza layak mendapat pendidikan yang tidak terganggu atau dipolitisir.(fq/mna)

sumber

0 comments: