Ikhwan menganggap pembebasan al-Shater adalah upaya yang dilakukan oleh Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, yang telah memerintah negara itu sejak pengusiran mantan Presiden Hosni Mubarak pada tanggal 11 Februari lalu, untuk memperbaiki hubungan dengan jemaah Ikhwan. Ikhwan sendiri rasmi dilarang selama lebih dari 57 tahun sebelum dimulainya revolusi rakyat Mesir pada tanggal 25 Januari.
Jurucakap Ikhwan Mun'im Abdul Maqsud mengatakan pemerintah juga memutuskan untuk melepaskan Hassan Malik, seorang pengusaha Ikhwan yang juga menjalani hukuman tujuh tahun.
Al-Shater dan 139 pemimpin-pemimpin Ikhwan lainnya ditangkap pada Disember 2006 ketika mahasiswa yang berafiliasi dengan Ikhwan mengadakan demonstrasi di al-Azhar University. Mereka memakai pakaian hitam dan topeng serupa dengan yang dipakai oleh Hamas Palestin dan militan Syi'ah Lebanon Hizbullah.(fq/almasryalyoum)
0 comments:
Post a Comment