Wednesday, March 16, 2011

PALESTIN - Demo Diteruskan

Ribuan warga Palestin memenuhi medan utama di Jalur Gaza dan Tebing Barat pada hari Selasa (15/3) untuk menyampaikan sikap mereka kepada para pemimpin Palestin agar mengakhiri perseteruan lama yang telah membagi rakyat Palestin antara dua pemerintahan yang saling bersaing.

Penunjuk perasaan Palestin sambil mengangkat spanduk mendesak para pemimpin mereka untuk menyatukan pemerintah yang berpisah setelah Hamas menguasai Gaza pada bulan Jun 2007, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari Parti Fatah yang berkuasa di Tebing Barat.

Demonstrasi awalnya diselenggarakan oleh aktivis independen di Facebook, terinspirasi oleh perubahan besar melewati kawasan ini.

Puluhan ribu orang turun ke jalan di Kota Gaza.

Di Ramallah, pemerintahan Tebing Barat, sekitar 8.000 penunjuk perasaan - sebahagian besar dari mereka mahasiswa dan pemuda - berbaris melalui medan pusat, menyerukan persatuan nasional.

Pembahagian antara Tebing Barat dan Jalur Gaza merupakan hambatan besar bagi kemerdekaan Palestin.

Usaha rekonsiliasi beberapa waktu yang lalu telah gagal dan aksi pawai warga Palestinatampaknya tidak mungkin membawa kedua pihak baik Hamas mahupun Fatah untuk menyerahkan kekuasaan yang mereka miliki.

Tetapi jika kekuatan kempen semakin kencang, hal itu dapat menekan pemerintah yang saling bersaing tersebut mulai berbicara lagi. Hamas, khususnya, sedang menunggu untuk melihat bagaimana situasi perkembangan di Mesir. Kelompok ini berharap pemerintah Mesir berikutnya akan mengurangi atau mengangkat blokade yang melumpuhkan Gaza - suatu perkembangan yang akan memperkuat Hamas dan meningkatkan daya tawar mereka dalam bernegosiasi dengan Fatah.

Berbicara kepada pemerintah di Gaza, Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyah mengatakan sudah waktunya kedua pemerintahan untuk bertemu dan mengesampingkan perbezaan mereka dan meminta para pemimpin Fatah memulai proses rekonsiliasi.

Jurubicara Fatah Ahmed Assaf menolak tawaran itu Selasa lalu, mengatakan tawaran itu tidak murni.(fq/a

sumber

No comments: