Militer Israel, kata sumber tadi, terlebih dahulu akan mempelajari dengan saksama sasaran mana yang akan diserang. Tapi yang menjadi sasaran utama serangan adalah tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat disembunyikannya senjata milik pejuang Palestin di Gaza, jalur yang dicurigai sebagai laluan penyeludupan uang dan terowong-terowong bawah tanah di Rafah. Israel sejak lama menuding terowongan-terowongan itu digunakan untuk menyeludupkan senjata ke Gaza.
Sumber tadi juga mengatakan, militer Israel tidak mengesampingkansasaran serangan di luar wilayah Gaza. Saat ini, Israel mengkhuatiri situasi di perbatasan-perbatasan Gaza pascarevolusi Mesir yang berhasil menumbangkan sekutu Israel, Husni Mubarak. Israel takut kawalan di perbatasan Gaza melonggar dan akan mengancam keamanan dalam negeri Israel.
Taktik Baru Brigade Al-Quds
Sementara itu, sayap militer Fatah, Brigade Al-Quds menyatakan siap mengerahkan pasukannya untuk menghadapi aksi-aksi militer Israel di Jalur Gaza. Mereka akan memfokuskan perlawanan terhadap tentera-tentera Israel di perbatasan Gaza dan membuat "zona penyergapan" di kawasan itu.
Jurucakap Brigade Al-Quds Abu Hamad mengungkapkan, itu adalah taktik baru Brigade Al-Quds untuk membendung serangan pasukan Zionis ke Jalur Gaza. "Kami memiliki pasukan yang siap mengorbankan jiwanya demi bangsa dan tanah air mereka," tukas Abu Hamad.
Ia menambahkan, Brigade-nya meningkatkan taktik menghadapi pasukan Zionis untuk membalas penderitaan warga Gaza akibat agresi dan sekatan Israel, dan sebagai usaha untuk mencegah agar Palestin tidak diserang atau dituduh melakukan jenayah perang.
Tentera-tentera Israel sekarang hampir setiap hari membuat rondaan di perbatasan, kadang mereka masuk ke wilayah Gaza, merosak dan menghancurkan infrastruktur dan perkebunan milik warga Palestin.
Hari Isnin (26/2), beberapa kereta kebal Israel menembak bekas lokasi lapangan terbang internasional Gaza, dekat perbatasan Rafah. Petugas medik Palestin mengatakan, satu orang terluka dalam serangan artileri Israel itu. (ln/pic/Ma'an)
0 comments:
Post a Comment