DI Paul Struzl, general manager dari Adeva, penerbit barang seni rupa dan pembuat Al-Quran emas ini, menjamin reproduksi Al-Quran yang disepuh emas itu sesuai dengan naskah aslinya yang dilakukan secara akurat dan cermat. Adeva sendiri menawarkan reproduksi 480 replika emas dari segala macam, termasuk peta, nota muzik, dan banyak lagi.
Langkah pertama dalam mereproduksi Al-Quran emas adalah mesti mendapatkan izin untuk memeriksa naskah asli dan mengambil gambar dengan peralatan khusus yang dikembangkan untuk mendapatkan semua rincian spesifik dari bahagian-bahagian Al-Quran yang asli.
Selanjutnya, halaman Al-Quran mesti melalui sebuah mesin khusus yang kemudian dicetak pada lembaran emas. Mesin ini diilhamkan oleh datuk Struzl setelah Perang Dunia 2. Al-Quran emas terbuat dari 184 lembaran emas 16 karat tapi terkadang naskah-naskah lainnya menggunakan emas hingga 23.5 karat.
"Kami juga bekerja sama dengan Pihak Berkuasa Abu Dhabi untuk Budaya dan Warisan untuk mereproduksi sebuah buku dan kami juga sedang dalam diskusi dengan Masjid Syeikh Zayid, dan hal itu akan menjadi kehormatan besar jika mereka setuju untuk memungkinkan kami untuk melakukan faksimili emas dari naskah-naskah yang mereka pilih, "kata Struzl.
"Kami cuba untuk memastikan agar bahan dan teknik yang digunakan untuk mengikat halaman sepata mungkin sesuai dengan aslinya ... kami memiliki pakar yang telah bekerja dengan kami selama lebih dari 30 tahun yang melakukan hal tersebut. Mengingat bahawa pekerjaan ini melalui proses yang sangat sensitif, jika terjadi kesalahan, kami mesti mulai dari awal lagi," jelasnya lebih lanjut.(fq/aby)
0 comments:
Post a Comment