Thursday, March 17, 2011

Video Nasihat Syeikh Sya'rawi kpd Mubarak 'Meletup'

Sebuah video yang menampilkan pertemuan antara mantan Presiden Hosni Mubarak Mesir dan ulama besar Muhammad Mutawali Asy-Sya'rawi telah mendapat sambutan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan banyak warga Mesir, yang dianggap sebagai awal "nubuwah" revolusi 25 Januari.

Video, yang sekarang beredar di kalangan pengguna laman jejaring sosial dan menyaksikan kenaikan luar biasa dilihat di laman berbagi video YouTube, merujuk pada peristiwa tahun 1995 ketika delegasi ulama Muslim dan tokoh Kristiann mengunjungi Mubarak untuk mengucapkan selamat padanya yang dapat bertahan hidup atas cubaan pembunuhan di ibukota Addis Ababa Ethiopia.

Dalam video, Syaikh Sya'rawi, salah satu pendakwah dan ulama yang paling menonjol di Mesir, terlihat berdiri dengan Mubarak di hadapan ulama Islam almarhum Syeikh Muhammad al-Ghazali, Grand Syaikh Ghad al-Haq Ali Ghad al-Haq, Paus Koptik Shenouda III, dan ketua staf Mubarak, Zakaria Azmy di samping beberapa ulama muslim dan tokoh Kristian lainnya yang terus menyemangati "nasihat" Syeikh Sya'rawi kepada Mubarak.

"Presiden, saya akan meninggalkan dunia ini, "kata Syeikh Sya'rawi, sambil bersandar pada tongkat penopang. "Saya merancang tidak mengakhiri hidup saya dalam kemunafikan atau untuk memamerkan keberanian saya dengan arogansi, tapi saya akan menyampaikan pesan singkat kepada pemerintah, seluruh bangsa dan rakyat Mesir."

Syaikh Sya'rawi melanjutkan dengan mengatakan bahawa Allah memberikan kuasa untuk siapa pun yang Dia pilih dan tidak ada kuasa apapun manusia tanpa kehendak Allah.

"Tak seorang pun akan dapat memerintah di bumi jika Allah tidak menghendakinya dan tidak ada cara orang dapat berkonspirasi untuk merebut kekuasaan jika Allah tidak menginginkannya. Manusia merancang apa yang mereka mahu dan hanya Allah yang tahu apa yang akan terjadi. "

Setelah menyatakan hal tersebut, Syeikh Sya'rawi menambahkan, terserah orang ini berkuasa dengan memilih cara bagaimana ia akan berurusan dengan rakyatnya.

"Jika penguasa memilih untuk bersikap adil, rakyat akan mengasihi dia dan akan mendapatkan keuntungan dari keadilannya. Jika ia memilih untuk menjadi tiran, rakyat akan membencinya. Rakyat membenci semua tiran apakah mereka penguasa atau bukan."

Syeikh Sya'rawi menyarankan siapapun yang ingin menjadi penguasa untuk tidak meminta kekuasaan, tapi menunggu sampai diminta dari diriNya sambil mengutip sabda Nabi Muhammad yang berkata: "Seorang lelaki yang diminta untuk melakukan sesuatu harus membantu dalam melakukannya dan seorang lelaki yang meminta untuk melakukan sesuatu harus bertanggung jawab penuh terhadap apa yang dilakukannya. "

Syaikh Sya'rawi mengatakan bahawa ini mungkin terakhir kalinya ia bertemu Mubarak dan itulah sebabnya dia ingin mengakhiri pembicaraannya dengan memberi nasihat kepada presiden.

"Jika anda takdir kami, maka mungkin Allah bersama dengan anda. Jika kami takdir anda, maka semoga Allah membantu anda dengan beban yang anda miliki. "

Warga Mesir yang telah melihat video ini setelah revolusi mengaitkan "nasihat" Syeikh Sya'rawi merupakan peringatan bahawa kekuasaan bersifat sementara kerana boleh diberikan dan diambil oleh Allah.

Nasihat Syeikh Sya'rawi, kata mereka, adalah peringatan kepada Mubarak akan konsekuensi menjadi tirani dan terserah kepada penguasa untuk tetap berkuasa jika masih tetap dengan pendiriannya. Dan nasihat Syaikh Sya'rawi inilah yang dianggap sebagai prediksi akan adanya revolusi 25 Januari yang merupakan akibat langsung dari rejim yang tiran.(fq/aby)

sumber

0 comments: