Friday, April 29, 2011

500 Terbunuh Dalam Protes di SYRIA

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Kelompok HAM Syria, Sawasiah mengatakan pasukan keamanan Syria membunuh sekurang-kurangnya 500 orang awam dalam penumpasan terhadap “demonstran damai”, pada Kamis (28/4/2011).

Sawasiah, yang didirikan oleh tokoh HAM Syria yang dipenjara, Mohannad al-Hassani, juga mengungkapkan, ribuan orang Syria ditangkap dan puluhan orang hilang setelah demonstrasi menuntut kebebasan politik dan diakhirinya korupsi meletus hampir enam minggu lalu.

“Kami mendesak pemerintah-pemerintah yang beradab mengambil tindakan untuk menghentikan pertumpahan darah di Syria, mengendalikan rejim Syria, menghentikan pembunuhan, penyiksaan, pengepungan dan penangkapan yang mereka lakukan,” kata Sawasiah.

“Rezim Syria terus melakukan operasi pembunuhan terorganisasi pada rakyatnya sendiri, dengan kekebalan dari undang-undang. Pengeboman Deraa merupakan kejahatan atas kemanusiaan,” pernyataan Sawasiah menunjuk pada penggunaan kereta-kereta kebal untuk menumpaskan gerakan penentangan di kota Deraa, di mana protes mulai meletus.

Sehari sebelumnya, Rabu (27/4), sebanyak 203 anggota parti Baath yang berkuasa di Syria keluar dari parti sebagai protes atas penumpasan mematikan terhadap pemrotes, sehingga jumlah yang keluar dari parti itu menjadi 233, menurut daftar yang dilihat oleh pejabat berita AFP.

Kelompok terakhir yang mengundurkan diri itu adalah para anggota yang berasal dari wilayah Houran, yang mencakup kota bergolak Daraa di Syria selatan. Sebelumnya, 30 anggota dari kota Banias yang dilanda kekerasan di Syria baratlaut mengundurkan diri.

“Kami menolak dan mengecam segala sesuatu yang terjadi dan dengan menyesal mengumumkan pengunduran diri kami dari parti. Praktik badan keamanan terhadap warga tidak bersenjata… melanggar segala nilai kemanusiaan dan slogan parti,” kata mereka dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani.

Aktivis pro-demokrasi di sejumlah negara Arab, termasuk Syria, terinspirasi oleh pemberontakan di Tunisia dan Mesir yang berhasil menumbangkan pemerintah yang telah berkuasa puluhan tahun.

Syria sejak pertengahan Mac dilanda protes yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menuntut reformasi besar-besaran di negara yang dikuasai Parti Baath selama hampir 50 tahun itu.

Pemerintah mengumumkan serangkaian langkah reformasi dalam usaha menenangkan pemrotes, termasuk pembebasan tahanan dan reancangaa membuat undang-undang baru mengenai media dan perizinan bagi parti politik.

Assad juga memutuskan mennarik balik undang-undang darurat, yang disusun pada Disember 1962 dan diberlakukan sejak Partai Baath berkuasa pada Mac 1963. (rasularasy/arrahmah.com)

sumber

No comments: