Mayat Arrigoni ditemukan di sebuah apartmen kosong di Gaza pada Jumaat pagi lalu setelah dia diculik oleh orang-orang terkait dengan sebuah kelompok "Salafi Wahhabi" yang menggunakan dirinya sebagai tebusan untuk menunut kebebasan dari beberapa anggota dari elemen kelompok mereka.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan mereka masih mengejar lebih banyak lagi suspek yang terlibat dalam pembunuhan itu.
Perdana Menteri pemerintah Palestin di Gaza Ismail Haniyah telah menegaskan bahawa pemerintah telah mengikuti kes Arrigoni dari berita yang bocor saat pertama terungkap tentang penculikannya pada hari Khamis lalu. Dia menambahkan bahawa dia telah membuat perintah yang ketat untuk memastikan pembebasannya sesegera mungkin.
Namun penculiknya telah membunuhnya sebelum batas waktu yang mereka tetapkan kepada pemerintah.
Haniyah mengatakan dirinya secara peribadi menelefon ibu Arrigoni dan menyatakan bela sungkawa serta menegaskan bahawa pemerintah terus mengejar para pelaku dan akan membawa mereka ke pengadilan sesegera mungkin.
Menurut sebuah wawancara dengan akhbar Guardian Inggris, ibu korban Egidia Beretta, yang merupakan walikota dari sebuah desa kecil antara Milano dan Danau Como, mengatakan bahawa itu bukan yang pertama kali anaknya mengalami bahaya selama tiga tahun aktivitinya di Gaza. Dia sebelumnya menerima ancaman kematian dari laman internet . Dan dia cedera saat menemani seorang nelayan Gaza pada tahun 2008.
Arrigoni menghabiskan total sembilan tahun di wilayah Palestin dan telah diminta oleh Israel untuk meninggalkan Tebing Barat. Dia juga ikut ambil bahagian dalam misi Free Gaza pada tahun 2008.(fq/pic)
0 comments:
Post a Comment