Perpecahan antara Hamas dan Fatah itu melumpuhkan Palestin. Rakyat Palestina mengalami kelelahan. Peristiwa perpecahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perpecahan itu memberi Israel kesempatan yang berharga untuk melikuidasi Palestin.
Berita perjanjian akhir antara Hamas - Fatah telah menimbulkan reaksi kegembiraan dan sukacita yang seketika. Di mana-mana berlangsung euforia, termasuk di wilayah-wilayah yang diduduki Israel. Penduduk Palestina tak dapat menyembunyikan kegembiraan yang sudah lama mereka angankan.
Justru musuh rakyat Palestin, iaitu pihak Israel, pemimpin Israel terlihat marah dan kecewa. Perdana Menteri Benyamin Netanyah mengancam pemimpinan Palestin dengan ultimatum. "Pihak Berkuasa Palestina (PA) mesti memilih antara perdamaian dengan Hamas atau perdamaian dengan Israel. Tidak dapat memilih keduanya", ujar Netanyahu. Seorang pegawai Fatah membalas: "Kami juga mengatakan, Israel mesti memilih antara perdamaian dengan rakyat Palestin atau perdamaian dengan pemukim Yahudi yang rasis. Tidak boleh memilih keduanya", ujar seorang pegawai Fatah.
0 comments:
Post a Comment