Salah satu perarakan dimulai dari masjid Sidi Ezz al-Din al-Regal Masjid, melewati markas Dr Muhammad Kamal al-Bahey, penerus terakhir al-Badawi, dan berakhir di masjid al- Badawi di mana mereka secara terorganisir membentuk lingkaran zikir.
Mereka memegang bendera berwarna dan sepanduk yang bertuliskan nama tariqat mereka, tariqat al-Bakriyah. Pengikut tariqat al-Bakriyah juga membawa tongkat kayu yang dibungkus kain yang mereka katakan itu kemeja Nabi Muhammad.
Puluhan aktivis sufi mengedarkan lembaran yang berjudul "Siapa Salafi?" yang menggambarkan gerakan Salafi sebagai "kelompok garis keras Islam" dan mengatakan ada kelompok Salafi yang menjadi tentera bayaran yang merupakan musuh Islam paling berbahaya.
Kedua kelompok Sufi dan Salafi saling berargumen panas akhir-akhir ini terkait tentang menziarahi "tempat keramat" tokoh agama. Salafi percaya bahawa praktek seperti itu adalah suatu bentuk politeisme yang melanggar hukum Islam atau ajaran Bid'ah.
Kaum Sufi Mesir telah menyerukan untuk diadakannya seminar dalam usaha menjelaskan tasawuf dan membiasakan orang-orang dengan praktik seperti yang mereka lakukan.
Tetapi pada saat kelompok agama lainnya, termasuk Salafi, semakin terlibat dalam publik dan terlibat dalam politik, Syeikh Abdel Hady al-Qasaby, ketua Dewan Tertinggi Tasawuf Mesir, mengatakan kepada para syeikh sufi untuk menjauh dari dunia politik.
Dia mengatakan selama konferensi bahawa sufi tidak bercita-cita untuk memerintah dan menegaskan bahwa mereka hanya berusaha untuk beribadah kepada Allah.
Al-Qasaby menunjukkan bahwa telah ada beberapa seruan antara syaikh sufi dan Salafi untuk memperbaiki hubungan di antara mereka.
Dia mengatakan bahawa para syeikh sufi telah meminta Menteri Dalam Negeri melindungi "tempat keramat" mereka, setelah banyak dilaporkan diserang oleh kelompok Salafi.(fq/almasryalyoum)
0 comments:
Post a Comment