Wednesday, April 27, 2011

TURKI Tak Akan Halang Kapal Bantuan ke Gaza

Israel tidak septautnya berusaha untuk menghentikan armada bantuan yang direncanakan menuju Jalur Gaza yang disekat, Menteri Luar Negeri Turki mengatakan dalam wawancara pada hari Isnin lalu, menambahkan bahawa Turki tidak boleh berbuat apa-apa untuk menghentikan para penyelenggara dari melancarkan armada tersebut.

Berbicara kepada Sydney Morning Herald pada hari Isnin lalu, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mendesak Israel untuk tidak "mengulangi kesalahan yang sama," menambahkan bahawa insiden itu adalah tanggung jawab Israel agar tidak mengenakan sekatan terhadap Gaza.

"Sebuah misi pencari fakta dari PBB menyatakan bahawa sekatan adalah ilegal," kata Davutoglu, menambahkan para aktivis di Mavi Marmara yang pada tahun lalu terbunuh oleh Israel berada 72 mil [116 km] dari pantai, jadi mereka diserang di perairan internasional. Laut Mediteranian bukan milik negara manapun, tegas Davutoglu.

Mengacu pada ketidakmampuan Turki untuk menghentikan penyelenggara armada dari melanjutkan rencana mereka ke Gaza, Davutoglu mengatakan: "Kami hanya mampu menyarankan, kami dapat mengatakan sesuatu, tapi kami tidak dapat menghentikan armada berlayar ke Gaza."

Sebelumnya Turki mengatakan pada hari Khamis minggu lalu bahawa mereka sudah menerima permintaan dari Israel untuk mencegah para aktivis berlayar ke Gaza pada ulang tahun pertama serangan Israel di sebuah kapal Turki, namun mengatakan rencana armada yang akan berlayar ke Gaza itu bukan urusan Ankara.

Pernyataan itu muncul setelah Ankara menyatakan dengan jelas awal bulan ini bahawa mereka tidak dapat menghentikan 15 kapal armada bantuan, yang merancang untuk berlayar Mei depan, setahun setelah sembilan warga Turki ditembak mati oleh marin Israel yang menyerbu kapal Mavi Marmara.

Turki, sebuah negara Muslim sekular, telah menjadi sekutu regional yang penting bagi Israel selama lebih dari satu dekad.

Perdana Menteri Tayyip Erdogan dari Parti AKP, yang berakar dari gerakan Islam yang diharamkan, membekukan hubungan dengan Israel setelah serangan mematikan pada Mei tahun lalu.

Ankara telah menuntut permintaan maaf Israel sebagai syarat untuk memperbaiki hubungan kedua negara, terlepas dari temuan penyelidikan PBB atas insiden tersebut. (fq/ynet)

sumber

0 comments: