Thursday, May 5, 2011

Hamas-Fatah Akhirnya Bersama

Faksi Palestin yang saling bersaing Fatah dan Hamas akhirnya menandatangani perjanjian rekonsiliasi penting pada hari Rabu semalam (4/5), mengakhiri keretakan empat-tahun yang telah membhaagi wilayah Palestin dan berusaha mewujudkan sebuah negara Palestin di masa depan. Kesepakatan perdamaian Hamas-Fatah bagi telah membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai "pukulan mematikan bagi perdamaian."

Perjanjian, yang diikuti tahun-tahun konflik antara dua gerakan Palestin ini diharapkan akan membuat perubahan iklim politik dunia Arab dan kebuntuan dalam pembicaraan perdamaian yang diprakarsai AS dengan Israel.

Sebuah pemerintah persatuan diramalkan akan dibentuk oleh kesepakatan rekonsiliasi sehingga memungkinkan Palestin untuk berbicara dengan satu suara jika mereka bergerak ke depan dengan rencana untuk meminta PBB mengakui Palestin sebagai sebuah negara selama sidang tahunan Majelis Umum bulan September akan datang.

Dengan penandatanganan hari Rabu, Presiden Palestin Mahmud Abbas, yang mengatur Pihak Berkuasa Palestin Tebing Barat, bergabung dengan Khalid Misyal, pimpinan Hamas yang berbasis di Syria, yang menolak kewujudan Israel dan didukung oleh Iran.

sumber

0 comments: