Wednesday, May 25, 2011

Nasib Muslim di bawah Pemerintahan Kristian MOLDOVA

MOLDOVA (Arrahmah.com) – Sebuah perkhidmatan media Rusia, Deutsche Welle mengatakan dalam sebuah program berjudul “Siapa di balik perang salib melawan Islam di Moldova”, pada kejahatan berikutnya geng teroris FSB Rusia. Stesen radio itu menunjukkan :

Islam secara rasmi diperbolehan di Moldova. Ini mencetuskan gelombang ketidakpuasan publik, Perang Salib dipimpin oleh Imam Ortodoks (Rusia-red).

Tindakan protes terjadi di Chisimau dan beberapa kota lainnya.

Untuk pertama kalinya Muslim mengajukan kepada Menteri Kehakiman Moldova untuk mendaftarkan Masyarakat Budaya Islam di tahun 1995, namun ditolak. Tidak dapat bertemu secara terbuka, mereka bertemu di rumah perseorangan, membangun sebuah madrasah.

Pada tahun 2000-an telah ada beberapa kes high-profile di Chisinau melibatkan penahanan oleh polis peserta pertemuan tersebut. Kemudian, untuk “kegiatan ilegal”, beberapa mahasiswa Arab diusir dari negara itu.

Pimpinan Gereja Ortodoks Rusia di Moldova bereaksi negatif terhadap fakta pendaftaran Islam sebagai salah satu agama rasmi di negara ini.

Seperti yang dinyatakan oleh Vladimir, itu adalah “penghinaan nyata” bagi orang Kristian.

Pada tanggal 23 Mei, beberapa Imam Ortodoks Rusia dari seluruh negara telah menyatakan bahawa mereka tidak akan lagi menyebutkan nama-nama para pemimpin negara dalam doa-doa mereka sampai mereka mencabut kepurusan tentang pendaftaran Liga Islam.

Para Imam dan anggota organisasi Ortodoks non-pemerintah mendukung parti pembangkang kaum komunis yang selama 8 tahun menolak untuk melegitimasi Islam di Moldova.

Mantan Presiden Voronin mengatakan keputusan Menteri Kehakiman adalah penghujatan. Calon komunis untuk Datuk Bandar Chisinau, Dodon, menentang pembangunan sebuah masjid di ibukota baru-baru ini. (haninmazaya/arrahmah.com)


sumber

0 comments: