Sunday, May 1, 2011

SYRIA Serang Masjid Omari, 6 Terbunuh

Dengan sokongan kereta kebal, helikopter dan pasukan penembak, tentera Syria menyerang masjid bersejarah yang menjadi pusat gerakan protes kota Dara'a pada hari Sabtu, mengorbankan sekurang-kurangnya enam orang dalam masjid. Daraa yang sudah terkepung itu, para aktivis mengatakan, bahawa militer menyerang masjid dan menangkap orang-orang yang berada di dalam Masjid Omari. Masjid Omari menjad simbol gerakan protes yang menentang pemerintahan Bashar al-Assad.

Setelah mengerahkan pasukan kereta kebal dan 20 kenderan berperisai pengangkut personel ke kota Dara'a, menjelang fajar, masjid itu diserang dan ditembak , kemudian tentera mengambil alih dan menduduki masjid yang menjadi pusat gerakan aksi protes. Tentera juga melarang masyarakat masuk masjid. Penembak tepat mengambil posisi di atas masjid, dan helikopter menerjunkan pasukan khusus dari helikopter, kata saksi.

Sekurang-kurangnya enam orang terbunuh di masjid dan di tempat lain, kata mereka. Di antara mereka adalah anak dari ulama yang memimpin masjid, yang ditembak ketika pasukan keamanan memasuki rumahnya untuk mencari ayahnya. Ada laporan mengatakan Sheik Ahmed Siasna, ditangkap. Kemudian, tidak diketahui keberadaannya. Ahmed Siasna adalah di antara delegasi yang bertemu dengan Assad tiga minggu yang lalu untuk membahas reformasi di Syria.

Militer mengepung Dara'a pada hari Isnin, menyerbu kota dengan kereta kebal dan tentera, dan memotong bekalan elektrik serta talian telefon. Sejak itu, Dara'a telah menjadi seruan untuk demonstran di Syria, meskipun pemerintah telah menegaskan yang kerusuhan di sana adalah karya Salafi Wahhabi, istilah yang disukai untuk Islam militan.

"Ini adalah hitungan beberapa jam saja, dan semuanya akan selesai dalam Dara'a," seorang politikus pro-pemerintah mengatakan dari Damsyik. "Tidak mungkin untuk rejim Syria membiarkan beberapa orang mengumumkan pemerintahan Salafi Wahhabi di Dara'a. Ini bukan Afghanistan. "

Tembakan senjata berat terdengar sepanjang hari, kata Abdallah Abazid. Di tengah laporan tentang kekurangan makanan, ubat-ubatan dan susu bayi, penduduk tetap di dalam rumah mereka, takut mereka mungkin dibunuh oleh penembak tepat, jika mereka pergi ke luar, katanya.

"Pasukan keamanan memburu orang-orang yang turun ke jalan," katanya. "Kami tidak bersenjata dan melindungi kota kami dengan dada terbuka, dan mereka menembak kami."

Pasukan militer dikerahkan ke Dara'a terjadi sehari setelah Amerika Syarikat mengumumkan sanksi terhadap tiga pegawai tinggi dalam pemerintahan Assad, termasuk saudaranya Maher al-Assad, yang memimpin operasi militer di Dara'a. PBB Dewan Hak Asasi Manusia di Geneva juga mengadopsi resolusi pada hari Jumaat mengutuk kekerasan dan autorisasi penyelidikan. (mh/wb)

SUMBER

0 comments: