Uni Emirat Arab mengatakan pada hari Ahad (12/6) bahawa mereka mengakui dewan pemberontak Libya sebagai wakil sah satu-satunya rakyat Libya, pejabat berita pemerintah melaporkan.
"Pengakuan ini menegaskan bahawa UEA berkomitmen untuk mempertahankan hubungan yang kuat dengan orang-orang Libya," kata Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al Nahayan dalam sebuah pernyataan.
"Berdasarkan ini, UEA akan berurusan dengan Dewan Transisi Nasional (pemberontak) Libya yang akan mengambil bentuk hubungan pemerintah-ke-pemerintah dalam semua isu yang terkait dengan Libya."
Ia juga mengatakan UAE akan membuka pejabat perwakilan mereka di Benghazi dalam waktu terdekat.
UEA adalah negara ke-12 yang mengakui Dewan Transisi Nasional Libya, setelah Australia, Britain, Perancis, Gambia, Itali, Jordan, Malta, Qatar, Senegal, Sepanyol dan Amerika Syarikat.
Pengakuan ini datang pada saat penguasa Libya Muammar Gaddafi sekali lagi mengatakan dia tidak akan meninggalkan negaranya atau berundur dari kekuasaannya. Ia membuat pernyataan itu dalam pertemuannya dengan Presiden Federasi Catur Dunia Kirsan Ilyumzhinov dalam sebuah permainan catur pada hari Ahad lepas. (fq/reu)
0 comments:
Post a Comment