Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman ingin mengusir sekitar 350 pekerja konstruksi Turki pada saat hubungan Israel dengan Turki semakin 'panas' setelah serangan armada Gaza tahun 2010.
Para pekerja Turki dibawa ke Israel untuk meng-upgrade kereta kebal buatan Industri Militer Israel melalui kontrak yang dilakukan di bawah perjanjian pertahanan.
Namun kementerian Perang Israel ingin memperpanjang visa pekerja Turki di tengah kekhuatiran bahawa mendepak para pekerja boleh mengurangi hubungan yang sudah suram dengan Turki.
Menteri Israel Ehud Barak dan Lieberman sendiri telah berselisih mengenai apakah harus memenuhi permintaan Turki untuk meminta maaf atas serangan pada Mei tahun 2010 lalu, sebelum memulihkan hubungan dengan Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengadakan pertemuan kabinet pada hari Rabu lalu untuk memikirkan tuntutan Turki yang meminta adanya permintaan maaf, bayaran yang mesti dibayarkan kepada keluarga korban armada Gaza, dan mencabut sekatan yang ke atas di Jalur Gaza.(fq/pic)
0 comments:
Post a Comment