Taliban Afghanistan mengatakan mereka belum mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan mantan Presiden Afghanistan Burhanuddin Rabbani, Press TV melaporkan.
Hal ini datang pada saat laporan-laporan sebelumnya telah menyebutkan bahawa Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Jurucakap Taliban Zabihullah Mujahid pada hari Rabu lalu (21/9) mengatakan bahawa taliban telah meluncurkan penyelidikan atas serangan mematikan tersebut tetapi tidak siap untuk mengambil tanggung jawab untuk hal itu.
Rabbani, yang juga Ketua Dewan Perdamaian Afghanistan, terbunuh pada Selasa lalu ketika dia sedang dalam pertemuan dengan Taliban di rumahnya di ibukota Kabul.
Seorang militan yang dilaporkan menyembunyikan bahan peledak dalam serbannya meledakkan dirinya ketika pertemuan tersebut.
Lima orang lainnya, semuanya pegawai tinggi Afghanistan, juga terbunuh dalam insiden itu. Ketua sekretariat bersama Dewan Tinggi untuk Perdamaian Massum Stanikzai juga turut cedera.
Sebagai Ketua dewan perdamaian di Afghanistan, Rabbani bertugas untuk melakukan pembicaraan dengan Taliban yang bertujuan menyatukan kembali pejuang yang bersedia meletakkan senjata mereka.
Ratusan pengunjuk perasaan berkumpul di dekat rumah Rabbani di Kabul pada Rabu lalu untuk mengutuk pembunuhan itu.(fq/prtv)
0 comments:
Post a Comment