Pihak Berkuasa Palestin (PA) menuduh rejim Israel telah mencuri minyak dan gas Palestin dari ladang di dekat kota Tebing Barat Ramallah.
"Israel baru-baru ini memulai kegiatan eksplorasi unilateral dalam bidang minyak dan gas di samping perbatasan Tebing Barat," kata Abdullah Abdullah, wakil menteri urusan pemukiman PA, dikutip oleh Xinhua pada hari Jumaat ini (15/9).
Dia lebih jauh menegaskan bahawa rejim Tel Aviv sudah mulai mengeluarkan gas dari tanah, menambahkan bahawa hampir 80 peratus dari tanah dimiliki oleh Palestin.
"Israel sengaja dan diam-diam mencuri sumber alam Palestin," kata Abdullah dengan tegas.
Dia juga menggambarkan langkah itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan Oslo, perjanjian yang ditaja AS antara pemimpin Palestin almarhum Yasser Arafat dan rejim Israel, yang menyatakan bahawa setiap eksplorasi dan ekstraksi sumber daya alam mesti saling terkoordinasi.
"PA tidak akan tinggal diam. Kami akan mengambil prosedur-prosedur darurat yang mungkin termasuk menuntut Israel ke pengadilan antarabangsa," tambahnya.
Tel Aviv sejauh ini menolak untuk mengomentari masalah ini.
Militer Israel, sementara itu, memperluas kehadirannya di wilayah ini, mencegah warga Palestin bekerja di tanah mereka sendiri.
"Kami mengamati adanya pengeboran enam bulan yang lalu, dan media Israel mengatakan mereka telah mulai mengeluarkan gas," kata Salem Odeh, warga desa perhampiran lokasi penggalian.
Selain itu, Israel menyetujui pengembangan ladang gas alam dari garis pantai Jalur Gaza yang diduduki pada bulan Jun.(fq/prtv)
0 comments:
Post a Comment