Monday, October 24, 2011

LIBYA - Anak Gaddafi Tetap Akan Tuntut Bela

Dalam pernyataan pertamanya setelah kematian ayahnya Muammar Gaddafi, Saif al-Islam bersumpah untuk terus berjuang melawan "tikus" dan pasukan NATO dalam sebuah pesan audio berdurasi satu minit yang disiarkan Sabtu malam lalu oleh sebuah saluran TV yang berpusat di Syria Al-Rai.

"Saya mengatakan pergi ke neraka, anda dan NATO yang ada di belakang anda. Ini adalah negara kami, kami hidup di dalamnya, kami mati di dalamnya dan kami terus berjuang," kata Saif al-Islam, menyangkal laporan media bahawa dia telah ditangkap dan cedera dalam serangan terakhir oleh para pejuang revolusioner di kota pesisir Sirte, di mana ayah dan kakaknya Mu'tassim ditahan dan terbunuh.

"Saya menerima pesan dari suku-suku di Bani Walid tentang konsensus umum di antara mereka untuk menanggapi ancaman dari kelompok-kelompok tikus ─ pasukan revolusioner dan aliansi NATO," tegas Saif al-Islam.

Keberadaan Saif al-Islam masih tetap tidak diketahui, tetapi seorang komandan militer Dewan Transisi Nasional (NTC) mengatakan pada Ahad lepas (23/10) bahawa pejuangnya mengepung daerah di mana Saif al-Islam dipercayai telah melarikan diri bersembunyi sejak Rabu lalu dari Sirte.

Komandan Abduel Majid Mlegta seperti dikutip Reuters menyatakan bahawa kawasan ini terletak di selatan kota Bani Walid, 150 km (100 mil) barat daya Tripoli. Bani Walid jatuh kepada para pejuang awal bulan ini setelah berperang selama beberapa minggu.(fq/aby)

sumber

0 comments: