Monday, October 24, 2011

Mufti LIBYA : Haram Solatkan Jenazah Gaddafi

Para tokoh agama saling berbeza pendapat atas jasad mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, dengan beberapa di antara mereka mengutuk apa yang mereka sebut pelecehan terhadap mayatnya, sementara yang lain telah menyatakan dia seorang kafir, dan kerananya tidak berhak untuk dikuburkan secara Islam.

Syaikh Mahmud Asyur dari Akademi Riset Islam Al-Azhar di Mesir, mengatakan: "Islam melarang menyalahgunakan mayat setiap manusia. Dalam Islam, orang mesti menghormati maruah mayat."

Sementara itu, Pastor Koptik Alkomos Abdul Maih mengatakan, "Mayat pada dasarnya suci. Sebuah deskripsi sederhana tentang apa yang terjadi terhadap mayat Gaddafi, adalah bahawa hal itu bertentangan dengan semua norma dan standar hak asasi manusia."

Pada hari Sabtu lalu, di Misrata, warga yang penasaran berbondong-bondong untuk hari kedua mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan untuk melihat jasad mantan pemimpin Libya. Aksi menonton mayat ini dipandang oleh beberapa ulama sebagai bertentangan dengan hukum Islam, dimana jasad mesti dikubur sesegera mungkin.

Namun, Mufti besar Libya, Syeikh Sadiq al-Ghariany, mengatakan bahawa Gaddafi adalah seorang kafir, dan solat jenazah untuknya di masjid atau oleh Syeikh masyarakat Muslim, dan ulama melawan undang-undang Islam.

Ghariany mengatakan pada hari Ahad lalu (23/10) dalam sebuah fatwa - dan disiarkan oleh media Libya, bahawa Gaddafi selama hidupnya melawan syariah Islam dan banyak kata-kata dan perbuatannya selama berkuasa menunjukkan bahawa ia bukanlah seorang Muslim.

Pendapat yang berlaku dalam syariah Islam adalah seorang Muslim tidak boleh melawan hukum yang ada di dalam Al-Quran atau Sunnah dan hal itu semuanya itu dilanggar oleh Gaddafi.

Ghariany melanjutkan dengan mengatakan, "Ada alasan yang sah untuk tidak mensolatkan dia, yang hal tersebut menjadi contoh bagi para pemimpin yang lain."

Dia menambahkan bahwa Gaddafi mungkin boleh dikubur di pemakaman Muslim, namun dimandikan dan disalatkan hanya oleh keluarga dan kerabatnya.

Ghariany mengatakan mantan penguasa diktator tersebut harus dikubur dalam sebuah makam tak bertanda untuk menghindari terjadi keretakan di antara rakyat Libya dan agar makamnya tidak menjadi tempat yang disucikan.(fq/amay)

sumber

0 comments: