Sunday, March 10, 2013

Pejuang CHENCHNYA Turun padang di SYRIA

Seiring meningkatnya pertumpahan darah di negara poros Arab, banyak kaum Muslim dari Chechnya dan Caucasus Utara pergi menuju yria untuk berjuang bersama melawan tentera pasukan rejim Bashar al-Assad.

“Ini pertama kalinya Muslim Chechnya dalam jumlah besar ikut ambil bahagian dalam aksi militer di luar negeri,” Mairbek Vatvhagayev, Paris, mengatakan kepada Reuters hari Khamis 6 Mac lalu.

“Jihad memerlukan banyak hal,” Omar Abu al-Chechen mengatakan kepada pasukannya, Brigade of Migrants dalam sebuah video.

Pertama, jihad memerlukan dana. Sekarang ini banyak yang bergantung kepada dana untuk dapat berjihad,” al-Chechen mengatakan dalam bahasa Rusia yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Arab oleh beberapa pasukannya.

“Kami telah banyak kehilangan kesempatan, namun hari ini benar-benar merupakan kesempatan untuk mendirikannya (sebuah negara Islam) di bumi.””

Seorang pejuang Syria mengatakan bahawa pasukan Chechen merupakan pasukan asing terbesar kedua setelah pasukan Libya, yang membantu pejuang dalam konflik Syria.

Dilaporkan pula bahawa 17 pejuang dari Caucasus Utara terbunuh dalam pertempuran di luar Aleppo pada bulan lalu.

Para pengamat mengatakan bahwa pejuang-pejuang dari Caucasus Utara adalah para mahasiswa yang belajar di sekolah-sekolah agama di luar Rusia.

Meski begitu, mereka memiliki kemampuan dan pengalaman berperang kerana sebelumnya mengambil peranan dalam peperangan melawan pasukan Rusia di Chechnya  pada tahun 1994-1996 dan 1999-2000.
“Mereka sangat kuat, di beberapa area mereka memimpin pertempuran dan beberapa dari mereka adalah pemimpin kelompok Brigade,”

“Mereka pejuang yang sangat berpengalaman, mereka juga bertempur atas dasar keimanan, kerana itu mereka tidak mengharapkan balasan apapun.”

sumber

No comments: