Thursday, April 4, 2013

BURMA - Samseng Sami Buddha 969 Memang Cari Pasal!



Kekuasaan junta tentera Myanmar sudah berakhir dan digantikan oleh pemerintahan reformis yang dipimpin oleh Presiden Thein Sein . Tetapi saat ini Myanmar masih dipenuhi konflik komunal yang dipercayai didorong oleh kelompok penghasut.

Contoh paling jelas terjadi di Kota Meikhtila pada 20 Mac ketika terjadi kerusuhan yang mengorbankan 43 jiwa. Muncul pula stiker “969″ (kumpulan kongsi gelap sami-sami Buddha) yang menjadi simbol kelompok sami ekstrimis yang memisahkan kepemilikan bangunan warga Muslim dan Buddha di Myanmar.

“Jelas ada beberapa penghasut yang memiliki agenda anti-Muslim di Myanmar, termasuk pula sami Buddha yang menyebarkan intoleransi dan kebencian terhadap Muslim,” ujar pengamat ahli Myanmar dari International Crisi Group Jim Della-Giacoma, seperti dipetik AFP, Isnin (1/4/2013).

“Ada cara sistematik serangan dan pembakaran terhadap pemukiman warga Muslim di Myanmar. Cara-cara itu merupakan buah dari perancangan yang dilakukan oleh kalangan radikal,” lanjutnya.

Sami yang selama ini dianggap sebagai pendukung dari pergerakan pro-demokrasi di Myanmar, saat ini justru dianggap sebagai sosok yang berperanan penting dalam serangan yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Beberapa orang sami dianggap terlibat dengan aksi kekerasan tersebut, termasuk Biksu Ekstrem Wirathu, sementara beberapa dari mereka juga dicurigai melakukan pemisahan kepemilikan bangunan antara warga Muslim dan Buddha. Mereka hanya mengunjungi kedai atau bangunan milik warga Buddha dan menempelkan stiker “969″, yang menjadi simbol kempennya.

Kerusuhan yang terjadi di Meikhtila pada 20 Mac lalu, tercetus akibat perdebatan yang terjadi antara penjual emas dan pembelinya. Entah bagaimana, perdebatan itu kemudian merebak hingga menjadi kerusuhan yang mengorbankan 43 jiwa dan menghancurkan 15 rumah ibadah.
(faj/okz)



No comments: