Tuesday, April 16, 2013

MALAYSIA - Sejauhmana Pengaruh Mentor?

KUALA LUMPUR: Datuk Ibrahim Ali out. Khairy Jamaluddin in. Mukhriz Mahathir hilang kerusi parlimen dan bertanding di kerusi tidak selamat. Apakah semua petanda ini?

Setelah memberi tekanan kepada Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak bahawa beliau akan ditolak sebagai Presiden Umno sekiranya gagal membawa BN ke keputusan yang lebih baik daripada Tun Abdullah Badawi di 2008, orang-orang yang disukai dan dibenci Mahathir mengalami nasib yang berlawanan dari yang dihasratkan.

Pertama, Ibrahim Ali, presiden Perkasa yang dirayu Mahathir secara terbuka minggu lepas untuk diberikan laluan bertanding di Pasir Mas terkeluar dari senarai calon BN.

“Saya berharap BN akan memberikan satu tempat kepada Ibrahim Ali. Jika beliau menjadi calon, saya akan pergi ke Pasir Mas untuk berkempen. Kita perlukan lebih ramai individu seperti Ibrahim Ali. Malaysia akan selamat,” kata Mahathir minggu lepas.

Kecewa dengan keputusan BN, Ibrahim hari ini mengumumkan akan bertanding atas tiket bebas di Pasir Mas.

Ibrahim bakal bertembung dengan calon BN Che Johan Che Pa dan calon PAS yang bakal diumumkan malam esok.

Ibrahim sebelum ini memenangi kerusi Pasir Mas pada 2008 atas tiket PAS.

Ramai melihat jasa Ibrahim dalam membantu Umno selama empat tahun ini tidak dikenang kerana naib presiden Perkasa Zulkifli Nordin boleh dicalonkan di parlimen Shah Alam melawan Khalid Samad dari PAS.

Kemasukan Khairy Jamaluddin dalam senarai calon BN juga bakal memberi tamparan kepada Mahathir. Ini kerana, kebencian Mahathir pada Khairy sudah diketahui umum.

Khairy dicalonkan di kerusi parlimen Rembau oleh Najib.

Bukan itu sahaja, anak Mahathir Mukhriz kehilangan kerusi parlimen Jerlun dan hanya akan bertanding di kerusi DUN Ayer Hitam, Kedah yang menjadi kubu PAS selama ini di Jerlun.

Dalam PRU12, calon PAS Abdul Ghani Ahmad menewaskan calon BN Datuk Osman Aziz dengan majoriti 506 undi, satu angka yang besar di Kedah.

Jika Najib ikhlas membuka laluan Mukhriz menjadi BN, mengapa tidak membiarkan Mukhriz bertanding di Kota Seputih?

Sedangkan semua orang Umno tahu ADUN Kota Seputih Datuk Abu Hassan Sharif bermasalah dan hampir berjaya dipecat sebagai ADUN kerana tidak menghadiri sidang DUN Kedah?

Mahathir, yang kian dilihat sebagai jeneral perang BN kali ini, sudah tentu dapat membaca ini sebagai langkah Najib untuk mencantas pengaruh Mahathir di dalam Umno, dan khasnya di Kedah.

Kalau Mahathir tidak pernah berkata Najib bakal dibuang sebagai presiden Umno jika BN gagal mencapai keputusan cemerlang, sudah tentu Najib tidak akan mengambil langkah sedemikian untuk mengurangkan pengaruhnya.

Jawatan Presiden Umno adalah lebih penting buat Najib, akhirnya. Akhirnya juga, pengaruh isteri lebih besar dari pengaruh mentor.

sumber
bicara Komite Urusan Prajurit Internasional, yang juga seorang veteran, Alexander Lavrentyev dikutip oleh RIA Novosoti mengatakan bahwa Khakimov sedih saat mengetahui bahwa ibunya telah meninggal dunia dan meneteskan air mata saat melihat pesan video dari saudara laki-lakiny - See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/06/mantan-tentara-soviet-yang-hilang-menolak-pulang-betah-di-afghanistan.html#sthash.SkXSRaBY.WPwqc968.dpuf
Menurut para pejabat organisasi Veteran Soviet, seorang mantan tentara Uni Soviet yang hilang 33 tahun lalu ditemukan masih hidup di Afghanistan dan menolak pulang ke negara asalnya, lebih memilih hidup secara tradisional di Afghanistan.
Berdasarkan laporan media Rusia RIA Novosoti, mantan tentara yang sekarang menjadi tabib tradisional ini, Bakhredtin Khakimov yang telah berubah nama menjadi Sheikh Abdullah, pernah mengabdi di intelijen angkatan darat, ia menderita luka serius pada 1980 dalam sebuah pertempuran antara tentara penjajah Soviet dengan Mujahidin lokal.
Kala itu, Khakimov muda diselamatkan oleh seorang tetua desa dan tabib tradisional, ia dirawat hingga sembuh dan diajari teknik pengobatan tradisional.
Soviet soldier found in Afghanistan Sebuah Komite Urusan Prajurit Internasional melacak kediamannya saat ini di distrik Shindand.
Sheikh Abdullah dilaporkan telah berbicara dengan keluarganya melalui telepon di provinsi Herat  setelah 33 tahun putus kontak.
Juru bicara Komite Urusan Prajurit Internasional, yang juga seorang veteran, Alexander Lavrentyev dikutip oleh RIA Novosoti mengatakan bahwa Khakimov sedih saat mengetahui bahwa ibunya telah meninggal dunia dan meneteskan air mata saat melihat pesan video dari saudara laki-lakinya di Uzbekistan.
Sheikh Abdullah telah menghabiskan banyak waktu di Afghanistan, ia tidak ingin pulang.
“Saya telah menghabiskan sebagian besar hidup saya di sini, tidak ada yang perlu dibicarakan,” katanya, dikutip Lavrentyev.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/06/mantan-tentara-soviet-yang-hilang-menolak-pulang-betah-di-afghanistan.html#sthash.SkXSRaBY.WPwqc968.dpuf
Menurut para pejabat organisasi Veteran Soviet, seorang mantan tentara Uni Soviet yang hilang 33 tahun lalu ditemukan masih hidup di Afghanistan dan menolak pulang ke negara asalnya, lebih memilih hidup secara tradisional di Afghanistan.
Berdasarkan laporan media Rusia RIA Novosoti, mantan tentara yang sekarang menjadi tabib tradisional ini, Bakhredtin Khakimov yang telah berubah nama menjadi Sheikh Abdullah, pernah mengabdi di intelijen angkatan darat, ia menderita luka serius pada 1980 dalam sebuah pertempuran antara tentara penjajah Soviet dengan Mujahidin lokal.
Kala itu, Khakimov muda diselamatkan oleh seorang tetua desa dan tabib tradisional, ia dirawat hingga sembuh dan diajari teknik pengobatan tradisional.
Soviet soldier found in Afghanistan Sebuah Komite Urusan Prajurit Internasional melacak kediamannya saat ini di distrik Shindand.
Sheikh Abdullah dilaporkan telah berbicara dengan keluarganya melalui telepon di provinsi Herat  setelah 33 tahun putus kontak.
Juru bicara Komite Urusan Prajurit Internasional, yang juga seorang veteran, Alexander Lavrentyev dikutip oleh RIA Novosoti mengatakan bahwa Khakimov sedih saat mengetahui bahwa ibunya telah meninggal dunia dan meneteskan air mata saat melihat pesan video dari saudara laki-lakinya di Uzbekistan.
Sheikh Abdullah telah menghabiskan banyak waktu di Afghanistan, ia tidak ingin pulang.
“Saya telah menghabiskan sebagian besar hidup saya di sini, tidak ada yang perlu dibicarakan,” katanya, dikutip Lavrentyev.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/06/mantan-tentara-soviet-yang-hilang-menolak-pulang-betah-di-afghanistan.html#sthash.SkXSRaBY.WPwqc968.dpuf

No comments: