Friday, April 5, 2013

SEMESTA - Manusia Masih Mencari Kehidupan di Angkasa Lepas



CALIFORNIA - Usaha untuk menemukan kehidupan asing telah dilakukan ilmuwan, termasuk meneliti asteroid yang ada di luar angkasa maupun meteorit yang pernah jatuh ke Bumi. NASA juga berusaha mencari kehidupan asing di luar Bumi melalui robot jelajah Curiosity dengan misi senilai USD2.6 billion ke Mars.

Meskipun tidak ada bukti konkrit bahawa makhluk luar angkasa pernah disahkan. Namun, tampaknya setiap wahana antariksa telah dilancarkan dan dijadualkan untuk menemukan kehidupan asing tersebut.
Beberapa tempat atau benda boleh dieksplorasi dan diteliti oleh ilmuwan bagi mencari kehidupan ekstraterestrial. Seperti disiarkan Discovery, Selasa (2/4/2013), inilah 10 tempat yang dipercaya dapat mengungkap kehidupan lain di luar Bumi.

1. Meteorit
Ada lebih dari 22.000 meteorit yang terdokumentasi pernah ditemukan di Bumi. Benda luar angkasaini diketahui memiliki komponen organik yang tertanam di dalamnya. Pada 1996, sekelompok ilmuwan mengumumkan bahawa mereka menemukan bukti kuat terkait mikrofosil pada meteorit Mars yang mendarat di wilayah Antartika. Ilmuwan menduga pernah ada kehidupan di planet merah pada 3.6 billion tahun lalu.

2. Mars
Planet merah ini telah sejak lama menjadi sasaran ilmuwan untuk menemukan kehidupan asing. Akan tetapi, lanskap Mars yang gersang dan tandus, masih menjadi misteri apakah planet tetangga terdekat Bumi ini memiliki bentuk kehidupan sederhana. Pada 2008, Phoenix Mars Lander mengirimkan foto potongan ais yang ditemukan di Mars. Ini boleh jadi penemuan besar terkait pencarian air yang merupakan bahan kunci untuk lahirnya sebuah kehidupan.

3. Europa
Europa bukanlah nama benua yang ada di Bumi, melainkan bulan yang mengorbit pada planet Jupiter. Ilmuwan menduga bahawa bulan ini boleh menjadi rumah sederhana bagi mikroorganisme, bahkan kehidupan yang lebih kompleks. Ilmuwan berteori selama bertahun-tahun bahawa terdapat laut yang bersembunyi di bawah permukaan air Europa, di mana kawasan tersebut mengandung oksigen.  
4. Callisto
Ilmuwan menyatakan bahawa Callisto merupakan sebuah “bulan mati dan membosankan” hingga ditemukannya laut asin yang kemungkinan terletak di bawah permukaannya. Pesawat luar angkasa NASA Galileo pernah diterbangkan untuk mengamati bulan terbesar kedua milik Jupiter itu pada 1996 dan 1997. NASA Galileo menemukan bahwa Callisto memiliki medan magnet yang bervariasi.

5. Titan
TItan merupakan bulan milik Saturn dengan suhu permukaannya yang mencapai minus 300 darjah fahrenheit. Meskipun demikian, ilmuwan mengambil pengamatan lebih dekat pada bulan ini dan menemukan blok bangunan yang berpotensi mendukung kehidupan dasar di bulan tersebut. Walaupun kekurangan sinar matahari, penyelidikan NASA Huygens mendeteksi apa yang tampak seperti metana cair di permukaan planet ini pada 2005.

6. Enceladus
Satelit Cassini milik NASA melakukan pengamatan pada salah satu geyser Enceladus yang memuntahkan ais dan gas pada 2005. Enceladus merupakan bulan keenam terbesar milik Saturn yang khabarnya mengandung hidrogen, nitrogen dan oksigen. Semua elemen kunci tersebut diyakini mendukung munculnya organisme hidup.

7. Exoplanet

Exoplanet merupakan planet yang ada di luar sistem tata surya. Ilmuwan memprediksi bahawa galaksi Bima Sakti dihuni oleh sekitar 400 juta bintang dan exoplanet yang tidak terhitung jumlahnya. Exoplanet atau planet ekstrasurya ini mengorbit bintang lain yang berbeza dengan matahari yang ada di tata surya. Khabarnya, exoplanet dengan kode nama HD 209458 yang ditemukan pada 1999 memiliki komponen organik, selain itu air, metana dan karbondioksida di atmosferanya.

8. Nebula Orion 
Pada Mei 2010, Herschel Space Observatory milik European Space Agency (ESA) mengumumkan bahawa Nebula Orion terletak sekira 1.500 tahun cahaya dari Bumi. Objek ini dipercayai menunjukkan tanda-tanda kehidupan melalui bahan kimia organik. Melalui data yang dikumpulkan oleh teleskop, astronom mampu mengesanpola untuk beberapa molekul pendukung kehidupan seperti air, karbon monoksida, metanol, hidrogen sianida, oksida sulfur serta beleran dioksid.

9. Dying Red Giant Stars
Pada 2005, kumpulan astronom antarabangsa menemukan bahawa kematian bintang raksasa merah boleh bertindak sebagai defibrillator  yang mampu “membangkitkan” kembali planet ais dari kematian. Kelahiran kembali ini diyakini dapat menumbuhkan kehidupan baru. Apabila sinar dari bintang yang mati ini mampu menerpa seluruh exoplanet dan bulan, lapisan ais pada tubuh planet akan mencair. Tahap inilah kehidupan mungkin dapat muncul dalam bentuk samudera yang mengalir.

10. Alam Semesta yang Belum Terjelajah
Alam semesta (universe) merupakan sebuah ruang (luar angkasa) yang tak terbayangkan, yang luas dan dipenuhi planet, bintang, sistem, nebula, gas dan debu. Ilmuwan meyakini kehidupan itu dapat muncul bila terdapat unsur asam amino, DNA dan membutuhkan air untuk bertahan hidup. Namun, astrofisika Stephen Hawking berteori bahwa kehidupan boleh saja ada di luar Bumi, tanpa perlu adanya elemen karbon. (dz/fmh/okezone)

sumber

No comments: