Friday, April 5, 2013

SYRIA - Warga Eropah Turut Berjuang Menentang Rejim Asad



Sebuah akhbar utama di Warsaw, Gazeta Prawna, menyiarkan artikel berjudul “Warga Eropah pergi untuk berjihad di Syria” di mana mengungkapkan pendapatnya mengenai aktiviti Mujahid asing di Syria, siar KC.  Akhbar itu menulis :

“Negara ini menarik gerilawan dari seluruh dunia.  Memiliki kesempatan untuk menjadi tempat pelatihan bagi ‘teroris’.”

Seorang komandan Kaukasian, Abu Omar al-Chechen mengumumkan pembentukan brigade yang menyatukan Mujahid dari seluruh negara.

Sebelum itu ia adalah komandan Brigade Muhajirin yang bertempur bersama dengan Jabhah an-Nushrah.  Syria menarik banyak dan semakin banyak pejuang asing dan memainkan peranan seperti Afghanistan sebagai basis untuk pelatihan “teroris” (baca : Mujahidin-red), menurut artikel tersebut.

Baru-baru ini, Abu Abdul Rahman, mantan anggota Hamas Palestin, dilaporkan syahid (In syaa Allah) dalam serangan roket.  Kemudian Abu Kamal juga gugur dalam pertempuran dengan pasukan rejim Syria.  Seorang pemuda Sweden berusia 22 tahun, yang sebelumnya bertempur dalam jajaran Jabhah an-Nushrah, kini berada di bawah komando Abu Omar al-chechen.

Menariknya, warga Sweden telah lama berada dalam perang ini.  Di bulan November 2012, sebuah kelompok yang menamakan diri  Pejuang Suci Sweden di Syria mempublikasikan video di mana mereka mengatakan siap untuk bergabung dengan medan Jihad di mana saja di bumi ini.

Beberapa bulan lalu, media Denmark melaporkan kematian seorang pejuang, Slimane Hadj Abdelrahman, yang ibunya adalah Denmark dan ayahnya Algeria.  Pada tahun 2001-2004 ia ditahan di Guantanamo.
Informasi mengenai pembentukan Brigade Muhajirin dan Anshar diterbitkan pada akhir Mac di laman Kavkaz Center.  KC melaporkan bahwa pejuang Islam dari berbagai negara memiliki jumlah lebih dari seribu orang.

Menurut laporan akhbar tersebut, semakin lama perang berlanjut, maka akan semakin banyak unsur-unsur asing yang masuk.  Kerana kekacauan yang terjadi di sana, mereka dapat dengan mudah bersembunyi, ujar Marcin Zoborowski, direktur Institut Poland untuk Urusan Asing.  Mereka memiliki pengalaman tempur yang baik, lanjutnya. 

sumber

No comments: