Wednesday, May 1, 2013

BURMA - Kelahiran Penganut Islam Mahu Dikawal

Sebuah suruhanjaya penyelidik di Myanmar menyarankan diberlakukannya program perancang keluarga untuk mengurangkan jumlah umat Muslim Rohingya di Rakhine. Menurut mereka, kekerasan di Rakhine terjadi akibat Muslim Rohingya yang terus bertambah.

Diberitakan Telegraph, Isnin 29 April 2013, suruhanjaya ini dibentuk Presiden Thein Sein untuk menyelidiki kekerasan di Rohingya tahun lalu. Dalam laporan tersebut, umat Muslim Rohingya disebut dengan nama “Bengali”, kerana pemerintah Myanmar meyakini mereka pendatang dari Bangladesh.

Suruhanjaya ini mecadangkan pemerintah Myanmar untuk mengadakan program perancang keluarga khusus bagi Rohingya. Dikatakan bahawa program ini akan dilakukan secara sukarela, namun pemerintah mesti mencari cara menerapkannya demi meredakan konflik.

“Umat Buddha Rakhine terancam dengan pertumbuhan populasi Bengali. Menjauhkan dua komuniti bukanlah solusi jangka-panjang, ini (program perancangan kelaurga) mesti dilakukan sampai ketegangan menurun,” tulis laporan itu.

Belum ada keputusan atau komentar dari pemerintah Myanmar menanggapi saranan ini.

sumber

No comments: