Thursday, July 11, 2013

CIA di MESIR - Bekas Ejen CIA Akui

Seorang bekas ejen CIA mengisyaratkan adanya peranan AS dalam rampasan kuasa tentera terhadap Presiden Mesir Muhammad Mursi.
Michael Scheuer, mantan ejen CIA yang dahulu khusus menangani kes Usama bin Laden itu mengatakan,”Pertanyaan yang muncul adalah apakah munculnya pemerintahan Islam di dunia dapat diterima oleh orang-orang seperti Perdana Menteri Britain,David Cameron, atau Presiden AS Barack Obama..?
Lalu Scheuer menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan,”Kami takut dengan segala sesuatu yang “berlabel” Islam,meskipun tidak masuk akal untuk berharap muncul pemerintahan di Mesir yang tidak didominasi oleh Kelompok Islam.”
Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara baru-baru ini berhubung peranan Amerika yang berusaha untuk mendukung demokrasi di dunia, terutama Afghanistan dan sekaligus menolak harapan dari orang-orang Arab dan umat Islam yang menginginkan terbentuknya pemerintahan Islam.
Dia mengatakan bahawa tindakan luar negeri Amerika Syarikat sejak 40 tahun yang lalu adalah mempertahankan Tirani, dia mengakui bahawa tindakan tersebut buruk sejak awal, tetapi apapun itu, seperti itulah strategi kami, dan kini telah mulai hancur.”
Scheuer mengatakan langkah itu akan melahirkan dua hal, yang pertama pemerintahan Tiran, dan yang kedua adalah munculnya penentangan oleh kelompok Islam. Kemudian Scheuer mengatakan, “Jika kita tidak mampu meraih kekuasan di Mesir seperti halnya Wilayah Florida di Amerika, lalu apakah kita akan menerimanya begitu saja ? atau Kita akan masuk untuk mencuba menggulingkannya sampai kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan ?
Perlu dicatat, beberapa pemimpin Ikhwanul Muslimin, khususnya Dr Muhammad Al-Beltagi, mengungkapkan dalam ucapannya di lapangan Rabi’ah Al-adawiyah baru-baru ini akan adanya keterlibatan anak perempuan Duta Besar Anne Patterson dalam peristiwa di Mesir.  sumber

No comments: