Wednesday, July 17, 2013

MESIR - Al-Sisi, Israel, Hamas

MESIR - Ketika Mursi mememgang jawatan sebagai ketua negara, Israel berkomunikasi dengan Kaherah hanya melalui tentera Mesir dan pihak keamanan, yang sekarang mereka  telah mengendalikan proses politik di Mesir. Yang lebih meyakinkan Israel saat ini  adalah peranan strategik Jenderal Abdul Fattah-el-Sisi, komandan tentera yang memimpin penggulingan Mursi.
Jenderal Al Sisi terkenal peranan masa lalunya di tentera dan perisikan di Sinai utara, praktis sering berkoordinasi dengan pertahanan militer Israel. Seorang ahli militer Israel mengatakan,  bahkan setelah Mursi menunjuk Jenderal Al-Sisi sebagai menteri pertahanan, Jenderal Sisi terus berkomunikasi dan berkoordinasi langsung dengan pihak Israel.
Para pegawai Israel mencuba tidak berkomentar sejak penggulingan Mursi itu, mereka menolak untuk berkomentar secara terbuka dan mereka hanya katakan hal itu adalah urusan internal Mesir.
“Kami mengamati sangat serius,” kata seorang pegawai Israel, yang tidak ingin namanya disebut kerana dia tidak berkuasa untuk membahas masalah ini secara terbuka. “Ini adalah masalah penting bagi kita. Kami sangat berharap Mesir berhasil kembali kepada berfungsinya demokrasi , perlahan tapi pasti…. ”
Namun, untuk beberapa warga Israel, jatuhnya Ikhwanul Muslimin di Mesir adalah alasan yang cukup bagi mereka untuk berpesta.
“Berita bagusnya adalah Ikhwanul Muslimin telah jatuh,” kata Zvi Mazel, mantan duta besar Israel di Mesir. “Jika mereka dapat berkuasa selama dua atau tiga tahun lagi , tentunya mereka pasti akan menguasai militer dan segala sesuatu yang lain, dan Mesir akan menjadi berbahaya….”
Walaupun pada proses awal pemerintahan , Mursi tidak begitu radikal mengubah tndakan-tindakan Mesir terhadap Israel, dia menegakkan komitmen Mesir untuk perjanjian damai yang telah dibuat kedua Negara oleh pemerintah sebelumnya .
Di bawah kekuasaannya, militer Mesir yang bertugas di Semenanjung Sinai dapat berkomunikasi terhadap militan Islam yang telah menyerang pasukan Mesir dalam beberapa tahun terakhir dengan menggunakan daerah gurun liar untuk melancarkan serangan melintasi perbatasan terhadap Israel. Bahkan Ahli militer Israel mengatakan koordinasi keamanan Israel-Mesir atas Sinai pada tahun lalu telah lebih baik  dan lebih intens daripada era pendahulunya, Hosni Mubarak.
Bahkan pada bulan November, Mursi memainkan peran penting dalam menengahi gencatan senjata antara Israel dan Gaza, mengakhiri serangan Israel dalam lapan hari pertempuran sengit. Sejak itu Hamas menghentikan serangan roket dari Gaza terhadap Israel selatan.
Kudeta Mesir ini adalah tanda akhir untuk Hamas, yang akan menghadapi peningkatan isolasi atas wilayahnya , kata para ahli Militer. Ketika Ikhwan masih berkuasa di Mesir, Hamas memiliki sekutu yang kuat.
Setelah kemenangan pilihanraya  Mursi itu, Hamas merasa berjaya. Bahkan Mursi mengirim Perdana Menteri ke Gaza pada bulan November untuk menunjukkan sokongan di tengah serangan Israel. Pada bulan Oktober lalu , bahkan Emir Qatar menjadi ketua negara pertama untuk mengunjungi Gaza sejak Hamas mengambil alih pada tahun 2007. Dia berjanji bantuan $ 400 juta Dollar untuk proyek perumahan dan infrastruktur di Gaza. Tetapi pasca Mursi di kudeta, Qatar menangguhkan projek tersebut di Gaza, sebahagiannya kerana situasi yang tidak stabil di Mesir. Pegawai Qatar tampaknya tak berniat lagi  ke Gaza untuk mendukung tahap kedua dari pekerjaan tersebut.
Hamas juga sudah memutuskan untuk menolak  bantuan  pendanaan dari Iran dalam beberapa bulan terakhir ini,  kerana kelompok Hamas tidak berdiri sepihak dengan Bashar al-Assad , rejim Syria yang didukung Iran  dalam perlawanannya dengan pasukan pembebas Syria. sumber

No comments: