Monday, July 15, 2013

MESIR - Aset Ikhwan dan Pemimpinnya Dibekukan

Kejaksaan  Mesir pada hari Ahad memerintahkan pembekuan aset Milik 14 tokoh Ikhwan,  yang dikatakan oleh pegawai tinggi AS yang pertama kali datang ke Kaherah sejak penggulingan Presiden Mohammed Mursi.
Wakil Menteri Luar Negeri Bill Burns  mengunjungi  Mesir dari Ahad sampai Selasa, “Saya mewakili Kementerian Luar Negeri AS mengatakan,  menggarisbawahi dukungan AS bagi rakyat Mesir.”
Kedatangannya muncul di tengah meningkatnya tekanan pada Ikhwanul Muslimin, khususnya tekanan  dengan tokoh-tokoh kunci. Dan ditengah seruan internasional untuk pembebasan Mursi,  presiden Mesir yang terpilih pertama yang dikudeta oleh  tentera pada tanggal 3 Juli lalu.
Ikhwan telah menolak untuk bergabung dengan pemerintahan baru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Hazem al-Beblawi .
Pada hari Ahad, Beblawi memilih mantan duta besar ke Washington, Nabil Fahmy, 62, sebagai menteri luar negeri, sedangkan pemimpin liberal terkemuka Mohamed ElBaradei, 71, dilantik sebagai wakil presiden sementara untuk hubungan luar negeri.
Beblawi mengatakan Prioriti kabinetnya akan memulihkan keamanan, Memastikan arus barang dan jasa serta untuk mempersiapkan pemilihan parlimen dan presiden.
Pembekuan aset merupakan sebagian dari penyelidikan yang diperintahkan oleh jaksa penuntut umum Hisham Barakat terhadap  sembilan pemimpin Ikhwanul Muslimin, termasuk memperlakukan pembekuan asset Ikhwanul Muslimin , dan lima tokoh Islamis dari kelompok militan Jamaah ‘Islamiyah, kata sumber pengadilan.
Tuduhan dan tindakan itu dikaitkan dengan empat insiden yang  mematikan sejak penggulingan Mursi, termasuk huru-hara insiden Isni subuh di Kaherah di mana puluhan orang telah terbunuh.
Tuduhan atas para tokoh Islam itu adalah kegiatan spionase, hasutan untuk melakukan kekerasan dan merusak ekonomi, meskipun pejabat kejaksaan tidak mengatakan siapa yang membuat tuduhan. (Arby/KH) sumber

No comments: