Sunday, July 28, 2013

Penasihat Syeikhul Azhar Terus Mengkritik Syeikhul Azhar dan Kekejaman Tentera

Syeikh Hasan asy-Syafi’i, penasihat Syeikh Al-Azhar dan anggota Dewan Ulama Mesir, menyatakan pembantaian terhadap para peserta himpunan di  lapangan Rabiah al-Adawiyah, ibukota Kaherah pada Sabtu dini hari adalah kezaliman biadab yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Mesir, laporan TV Al-Jazeera.
Syeikh asy-Syafi’I menyatakan penjajah sekalipun tidak pernah melakukan kebiadaban seperti yang dilakukan junta militer Mesir pada Sabtu pagi. Beliau menyerukan kepada “orang-orang mulia” di Mesir dan seluruh dunia untuk bergerak guna menghentikan serial pembantaian massal di Mesir.
Dalam sambungan telepon dengan TV Al-Jazeera, Syeikh asy-Syafi’i mengatakan, “Lebih dari 100 orang gugur dan 400 orang cedera. Mereka [junta militer] tidak membunuh saat berperang melawan zionis yang merampas tanah suci Palestin, mereka justru membunuh kaum muslimin warga Mesir yang tak bersenjata.”
Asy-Syafi’i menjelaskan bahawa pembantaian pada Sabtu pagi adalah tragedi yang belum terjadi pada era diktator yang paling kejam sekalipun. Diktator Gamal Abdun Nasir tidak membunuh para pendemo yang menentangnya pada 1967. Teebunuhnya seorang pendemo dalam sejarah Mesir sudah cukup untuk menumbangkan kabinet dan mengubah rejim.
Asy-Syafi’i mendesak ulama Mesir, ulama dunia Islam dan “orang-orang mulia” di seluruh dunia untuk bergerak cepat guna menghentikan serial pembantaian massal di Mesir.
“Di mana organisasi-organisasi HAM yang bergerak kerana gugurnya seorang korban? Di mana doctor Muhammad al-Baradei yang mengatakan ketika seorang pendemo gugur pada era Mursi bahawa Mursi telah kehilangan legaliti kepemimpinannya?”
“Saya menyerukan kepada seluruh ulama Mesir, dan paling depan di antara mereka adalah fadhilah Syeikh al-Azhar yang sebelumnya mengumumkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bahawa darah seorang muslim di sisi Allah lebih suci dari kesucian Ka’bah dan bahawa runtuhnya Ka’bah lebih ringan dibandingkan tertumpahnya darah orang yang tak berdosa?”
Syeikh asy-Syafi’i juga menyerukan kepada orang-orang mulia di seluruh penjuru dunia “yang hati nuraninya tidak merasa tenang dengan pembantaian-pembataian yang terus berulang pada markas Garda Republik, monumen [Anwar] Sadat dan di sekitar masjid Al-Qaid Ibrahim di Alexandria, sehingga serial pembantaian massal tanpa alasan ini berhenti.”
(muhibalmajdi/arrahmah.com)
sumber

No comments: