Tuesday, July 16, 2013

Pernyataan Rasmi Dewan Penyelidikan Islam Al-Azhar

Dewan Penyelidikan Islam Al-Azhar (Majma’ Buhuts Al-Islamiyyah) mengadakan perhimpunan kecemasan yang dilakukan di Pejabat Grand Shaikh Al-Azhar pada hari Isnin (15/7). Rapat ini untuk membahas persoalan negara dan umat dalam suasana Mesir saat ini. Setelah meninjau ulang pernyataan sikap Grand Shaikh Al-Azhar dan perkembangan keadaan terkini, dengan berpedoman murni kepada prinsip-prinsip Islam tanpa masuk ke kubangan politik yang terkadang menghilangkan sikap objektiviti, maka Dewan mengajak seluruh rakyat Mesir untuk berpegang teguh dengan prinsip-prinsip Islam berikut:
Pertama:� Menegaskan kembali piagam Al-Azhar yang telah disepakati oleh seluruh pihak, baik kalangan politik, pemikir, maupun agama. Piagam yang sesuai dengan bentuk negara yang diinginkan oleh seluruh rakyat Mesir yang sesuai dengan syariat Islam, iaitu negara nasional demokrasi moden.
Kedua:� Sesuai dengan kaedah syariat baahwa sebuah undang-undang yang dilandaskan pada darurat cukup diambil sekadarnya, maka faktor-faktor yang melandasinya sifatnya relatif. Oleh kerana itu, Dewan mengajak seluruh pihak untuk mematuhinya secara telus dan jujur. Ini akan terus berlaku selama masa transisi hingga diadakannya revisi undang-undang, pilihanraya legistatif, dan pemilihan presiden.
Ketiga:� Dewan menyerukan akan pentingnya menjaga kehidupan seluruh warga Mesir dan kebebasan mereka secara adil. Tidak ada lagi penangkapan dan penahanan dengan landasan langkah preventif, kecuali memang sesuai dengan prosedur hukum yang ditetapkan melakuan proses pengadilan. Juga agar menghilangkan sikap politik pemberhangusan lawan politik, karena Mesir adalah negara untuk seluruh warganya.
Keempat: Seluruh media massa harus memegang teguh kode etik media yang melarang memprovokasi terjadinya huru-hara di negara.
Kelima: Tidak boleh mempertanyakan pemikiran dan pendapat seseorang yang berafiliasi ke sebuah kelompok atau partai politik, selagi dia memegang prinsip syariat. Dan tidak boleh mengancam keselamatan masyarakat dan mengusik keamanan negara.
Keenam: Tidak boleh menyerang militer, polis, markas militer, aset negara, dan aset privasi warga Mesir, dalam bentuk dan alasan apa pun.
Ketujuh: Dewan meminta agar militer tidak masuk ke kannah politik, dan agar senantiasa bersikap neutral seperti itu.
Kedelapan:� Dewan meminta agar segera dibentuk Komite Perdamaian Nasional demi persatuan, tanpa menzalimi hak berpendapat pihak manapun, dalam lingkup demi tercapainya perdamaian nasional.
Kesembilan: Semua pihak harus menghindari tindakan anarkis atau memprovokasi terjadinya tindak anarkis, serta menghentikan seluruh tuduhan pengkafiran dan pengkhianatan. Hendaknya menghormati setiap nyawa warga Mesir. Dan tidak boleh dengan alasan dan bentuk apapun mengganggu atau menyerang seorang warga.
Kesepuluh: Terakhir, di dalam pernyataan ini, Dewan Riset Islam tidak lupa untuk menyebut peranan Grand Shaikh Al-Azhar Prof. DR. Ahmad Thayeb yang bertindak secara ikhlas karena Allah demi agama dan negara. Beliau mengambil sikap berlandaskan aturan-aturan baku negara yang sudah diperankan oleh Al-Azhar sepanjang sejarahnya, sebelum ada banyak aliran politik, mazhab, atau partai. Beliau sangat sedih mendengar suara-suara sumbang yang ingin memperburuk citra Al-Azhar dan mengebiri misinya dalam berperang aktif untuk agama dan negara.
Semoga Allah memberikan rahmat-Nya yang dapat memberi petunjuk di hati kita semua, merapatkan lagi barisan kita, dan menghilangkan fitnah di antara kita.
Wallahu Waliyyu at-Taufiq
Masyekah, 6 Ramadhan 1434 H/ 15 Juli 2013 M.
Redaktur: Lukman Hasan
Sumber: Al-Azhar Asy-Syarief

No comments: