Sunday, July 28, 2013

Tokoh dan Cendekiawan MESIR Kutuk Tindakan Tentera

Sejumlah tokoh dan cendekiawan intelektual Mesir dalam sidang media sabtu malam waktu Kaherah, mengutuk tindakan pembantaian di dekat Medan Rab’ah Al-Adaweyah dan menyatakan menolak kudeta tentera 3 Julai lalu.
Mereka meminta Menteri Pertahanan Mesir, Jeneral Sisi, dan Menteri Dalam Negeri, Jeneral Ibrahim bertanggung jawab atas pembantaian berdarah pada sabtu lalu, dan menuntut kembalinya Presiden yang sah Muhammad Mursi  serta mengembalikan Konstitusi Negara ke Draft Konstitusi 2012 hasil referendum.
Muhammad Salim Awa dan beberapa tokoh cedikiawan mengusulkan pemberian mandat kepada Perdana Menteri sah hasil pilihanraya (Dr Hisyam Qandil) kuasa penuh untuk mengurus Negara dan mengadakan pilihanraya legislatif dalam 60 hari. Kemudian meminta anggota Majlis Syura baru untuk segera menyelenggarakan pemilihan Presiden lebih awal, “ini sesuai dengan pasal 141 dan 142 konstitusi 2012,” ujar  Salim Awa.
Salim Awa mengatakan bahawa pemilihan umum dan referendum adalah satu-satunya cara mengekspresikan kehendak rakyat, dan Awa mengutuk ucapan menteri pertahanan Abdel Fattah al-Sisi, yang meminta kepada sebahagian rakyat mandat untuk melawan apa yang ia sebut teroris, adalah satu usaha provokasi yang dapat menyebabkan perang saudara.
Di antara tokoh yang ikut menandatangani inisiatif usulan tersebut adalah:  Muhamad Salim Al-Awa, Tariq Bisyri, Sheikh Hassan El Shafei penasihat Sheikh Al-Azhar, kolumnis Fahmi Huweidi, profesor ilmu politik Nadia Mustafa, dan Heba Raouf, Saif Abdel Fattah, Ketua Jami’ah Syar’iyah Muhamad Mukhtar al-Mahdi, Wakil Ketua Partai Wasat Muhamad Mahsub, dan Kapten Majid Khulusi, Kapten Muhamad Abdel Gawad dan lain-lain. (Aljazeera/Zhd) sumber

No comments: