Friday, August 2, 2013

Majlis Mujahiddin Kutuk Kudeta MESIR

Penggulingan pemerintahan terpilih di Mesir, 3 Juli 2013, melalui kudeta militer yang tidak bermoral dan ilegal, merupakan salah satu bukti di antara bukti-bukti lainnya, bahawa kaum sekular di Mesir sedang melakukan proses penghancuran peradaban Islam dengan kedok demokrasi. Militer Mesir hanyalah perpanjangan tangan zionis dan Amerika dalam usaha melestarikan penjajahan zionis di Timur Tengah.
Akan tetapi, seperti dikatakan seorang Ulama Islam dan anggota Lembaga Penyelidikan Islam Al-Azhar, Dr. Muhammad Imarah: “Bahwasanya dustur (undang-undang) yang telah disetujui oleh rakyat Mesir melalui referendum telah menjadi kontrak sosial, politik, hukum dan syar’i dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsekuensi dari kesepakat an ini adalah: seorang presiden yang terpilih secara demokratis memiliki pengakuan secara undnag-undang, konstitusi dan syar’i di bahu rakyat dengan tempoh selama 4 tahun. Adapun rakyat secara undang-undnag dan konstitusi ada dalam kontrak kesepakatan mereka. Pelengseran presiden terpilih dengan jalan kudeta militer adalah bathil secara syar’i dan undang-undang. Dan semua yang dihasilkan dari kebatilan adalah batil juga hukumnya.”
Apabila junta militer telah berkhianat terhadap konstitusi negaranya sendiri,  mereka tidak merasa bersalah mengkhianati kemenangan Ikhwanul Muslimin dan rakyat Mesir yang diraih melalui pilihanraya. Oleh keraa itu, Majlis Mujahidin menyeru semua para pendamba perdamaian supaya:
  1. Mengutuk keras tindakan militer Mesir atas penggulingan kekuasaan sah Presiden Muhammad Mursi.
  2. Meminta pemerintah Republik Indonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menolak dengan tegas kesahan pemerintahan junta militer Mesir seperti yang dilakukan pemerintahan Erdogan di Turki.
  3. Menyerukan pada kaum Muslimin Indonesia untuk menyampaikan protes keras kepada pemerintah Mesir melalui Kedutaana Besar Mesir di Jakarta supaya membebaskan Presiden Muhammad Mursi dan para pemimpin pemerintahannya, yang kekuasa- annya dirampas oleh kaum militer dan sekular Mesir.
  4. Mendukung perjuangan Ikhwanul Muslimin dan rakyat Mesir terhadap kedikta toran pemerintahan sementara yang dimotori Jenderal Abdul Fattah Al-Sissi di bawah kendalian zionis dan Amerika.
  5. Mengecam negara-negara OIC yang bersikap lemah dalam melindungi kepenting an anggotanya.
Demikianlah pernyataan ini kami sampaikan sebagai pembelaan terhadap Saudara Muslim di Mesir yang ditindas dan dikhianati oleh pihak militer kaki tangan zionis dan Amerika.

Jogjakarta, 25 Syawal 1434 H/ 2 Agustus 2013 M
Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

No comments: