Saturday, August 31, 2013

MESIR - Jumaat Berdarah Lagi

Mesir -  tekanan represif pemerintahan kudeta memakan korban, Jumaat, puluhan peserta demonstrasi kembali gugur , dan ratusan cedera, angka sebenar jumlah  pendemo yang gugur dan cedera masih belum dapat dipastikan.
Di kawasan Kota  Nasr , ribuan rakyat berbaris memegang gambar orang orang yang gugur  dalam   kekerasan dengan polis di sepanjang bulan Ogos atas tindakan keras keamanan Mesir kepada golongan Islamik , AFP melaporkan .
Pemerintah boneka yang didukung militer telah menangkap sebahagian besar para pemimpin Ikhwanul sejak Mursi digulingkan oleh militer pada 3 Julai .
Pendemo pada hari Jumaat lalu tampaknya telah memilih lokasi demonstrasi secra terpisah-pisah  agar menghindari Kota Kaherah sebagai pusat demonstrasi  , di mana di kota itu  polis dan unit kereta kebal dikerahkan  , dan meminimalisasi terjadinya  huru-hara seperti  sebelumnya  di mana pasukan keamanan telah membunuh  lebih dari 2000 orang pada 14 Ogos
Tepat setelah solat Jumaat kelmarin , sekitar ribuan pendemo berangkat dari Masjid  Sahib Rumi , Kaherah sambil melantunkan seruan  , “Bangun , jangan takut , tentera mesti pergi ! , ” ” Kementerian Dalam Negeri adalah preman ! ” dan ” Mesir adalah Islam , bukan sekular ! ”
Pada petangnya , ribuan orang berbaris di beberapa pinggiran kota Kaherah menyerukan kembalinya pemerintah Mursi yang terpilih oleh rakyat , menurut laporan Reuters .
Tentera yang dilengkapi  helmet dalam seragam hitam serta bau kalis peluru , dipersenjatai dengan senjata gas air mata dan senapang semi-auto , berbaris di sekitar pendemo  . Mereka menyekat laluan ke  jambatan di atas Sungai Nil .
Dalam sebuah pernyataan , Aliansi Anti Kudeta menyerukan pembebasan tahanan dan menuntut penyelidikan atas kekerasan yang membawa maut sepanjang bulan Ogos .
Pada hari Khamis , kementerian dalam negeri mengatakan, polis telah menangkap Mohamed Beltagi , seorang ahli politik Ikhwan  , bersama dengan Khaled al – Azhari ,  seorang mantan menteri di kabinet Mursi . (Arby/Dz) sumber

No comments: