Saturday, August 17, 2013

MESIR - Jumaat Berdarah

“Hari Kemarahan” Mesir berubah menjadi pertumpahan darah mengakibatkan  puluhan pendemo anti-kudeta dilaporkan terbunuh menghadapi tekanan kekerasan dari  pemerintah rejim militer .
Huru-hara terjadi  pada hari Jumaat di ibukota, Kaherah, dan kota-kota Samietta dan Ismailia, setelah gugurnya 2,600 syuhada pada hari Rabu 14 Ogos.
Ikhwanul Muslimin telah menyerukan “Hari Kemarahan” setelah solat Jumaat untuk mendukung presiden terguling, Mohamed Morsi. Namun perarakan tersebut berubah menjadi kekerasan,  pasukan keamanan rejim melakukan tindakan kekuatan yang mematikan terhadap pendemo kerana dianggap sebagai ancaman negara.
Pejabat berita Reuters, Jumat mengatakan lapan pendemo gugur di kota Damietta, sementara empat orang gugur  dalam pertempuran dengan pasukan keamanan di kota Mesir Ismailia, bahagian utara di  Kaherah.
Di Kaherah Aliansi Anti-kudeta termasuk massa Ikhwan, mengatakan sedikitnya 25 orang gugur  dan ratusan lainnya terluka ketika pasukan keamanan menembaki dengan peluru tajam secara langsung terhadap barisan pendemo di Ramses Square. Angka-angka kematian belum disahkan secara lengkap , namun Al Jazeera mengatakan dia melihat aliran mangsa cedera dan beberapa jenazah datang bersambung sambung menuju hospital di lapangan di  medan.
Dan di jambatan  6 Oktober, penunjuk perasaan bernama  Ahmed Tohami, mengatakan kepada Al Jazeera bahawa ada “genangan darah di jalan-jalan” akibat tembakan  polis terhadap pendemo.
“Orang-orang dewasa, wanita muda, wanita tua, anak anak diserang di jambatan . Kita diserang … tidak ada cara turun untuk selamatkan diri , ratusan ribu dari kita masih berada di jambatan . Mereka menyerang kami dari depan.. , mereka menyerang kami dari belakang. Kami tidak punya tempat untuk lari , ” ujarnya kepada Al Jazeera.
Di Alexandria, sementara itu, diperkirakan 10.000 orang mengambil bahagian dalam demonstrasi damai , dan puluhan  polis berkumpul di sekitar bangunan-bangunan pemerintah.
Para pendemo berbaris walau menghadapi peringatan  pihak berkuasa bahawa pasukan keamanan akan menggunakan kekuatan mematikan jika diprovokasi. Komandan Angkatan Darat memberi peringatan bahawa tentara akan menembak siapa pun yang menyerang bangunan-bangunan pemerintah.
Kementerian Dalam Negeri memerintahkan pasukannya untuk menggunakan peluru tajam ketika berhadapan dengan rakyat yang berdemo yang melakukan serangan terhadap pasukan keamanan atau lembaga bangunan. sumber

No comments: