Wednesday, September 11, 2013

MESIR - 55000 Imam Dilarang Berkhutbah dan Mengajar

Aksi demonstrasi kembali terjadi di beberapa wilayah Mesir pada hari Selasa (10/9/2013) sebagai dukungan bagi kaum wanita yang menentang kudeta militer. Aksi yang mengangkat semboyan “kehormatan dan kebebasan untuk wanita Mesir” itu diserukan oleh Koalisi Nasional Pendukung Konstitusi dan Anti Kudeta Militer.
Dalam sidang pada hari Selasa (10/9/2013) Menteri Wakaf Mesir Muhammad Mukhtar Jum’ah mengumumkan bahawa pemerintah akan melarang 55 ribu lebih imam masjid dari menyampaikan khutbah keagamaan di masjid-masjid karena mereka tidak memiliki surat izin resmi dari pemerintah, Al-Masry Al-Youm dan Al-Jazeera melaporkan.
Menteri Wakaf menegaskan ribuan imam masjid tersebut tidak memiliki surat izin rasmi dari pemerintah untuk menyampaikan ceramah keagamaan. Mereka dipandang sebagai “orang-orang ekstrim dan ancaman bagi keamanan nasional”.
Lebih lanjut Mentri Wakaf menjelaskan bahawa surat izin rasmi untuk menyampaikan ceramah hanya akan diberikan kepada alumni Universiti Al-Azhar. Surat izin rasmi tersebut akan terbatal jika tidak diperpanjang setiap dua bulan sekali, dikira sejak tanggal 9 September ini.
Dalam negara sekular yang pemerintahnya menjadi pelayan bagi Israel dan Amerika, puluhan ribu ulama dilarang menyampaikan khutbah di masjid tanpa surat izin rasmi dari pemerintah. Masa lakunya surat izin rasmi tersebut hanya dua bulan, jauh lebih singkat dari masa berlakunya surat izin mengemudi (SIM). Padahal Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam telah mewajibkan kepada orang yang berilmu untuk mengajarkan ilmunya walau satu ayat.
sumber

No comments: