Wednesday, September 11, 2013

SYRIA - Basyar Sengaja Guna Senjata Kimia?

Akhbar Britain ‘Independent’ mengulas sebuah headline berita tentang sasaran militer Assad dengan judul “bagaimana Assad memilih sasaran maut.”
Dalam artikel yang ditulis langsung oleh koresponden akhbar Independent, Kim Sengupta, di Syria. Dalam penyelidikannya di Syria, Kim mendapati kenapa wilayah pinggiran timur ibukota Damsyik (Gouta Syarqiyah) menjadi sasaran penting tentera rejim Bashar.
Dalam artikelnya, kim mengatakan bahawa ” ancaman terbesar bagi pemimpin Syria di masa akan datang adalah wilayah timur di pinggiran ibukota Damsyik, yang menjadi sasaran senjata kimia rezim Assad pada akhir bulan Ogos lalu.”
Dia menambahkan bahawa ” wilayah pinggiran ibukota Damsyik (Gouta Syarqiyah) yang terletak kurang dari 10 kilometer dari pusat kota Damsyik, akan memiliki peranan penting dalam konflik yang sedang berlangsung di Syria. Gouta akan menjadi titik strategi yang sempurna bagi para pejuang Syria untuk menyerang jantung pertahanan rejim Bahsar Al Assad. Tidak menghairankan wilayah ini dipilih untuk menjadi sasaran kejahatan Assad selama konflik terjadi di Syria.”
“Setelah dua setengah tahun konflik di Syria, yang telah mengorbankan lebih dari 100 ribu orang, tentara rejim Bashar berharap dapat membunuh banyak pejuang Syria yang berada di Gouta Syarqiyah.” Ujar Kim di dalam artikel terbitan akhbar Independent.
Kim menambahkan, ” tanpa adanya serangan militer AS terhadap Syria , pasukan pejuang Syria berharap dengan lebih banyak lagi pengiriman senjata dari negara-negara Teluk ke Syria.”
Dalam wawancaranya dengan banyak saksi di wilayah Gouta Syarqiyah, diantaranya dengan Abu Abdullah. “Warga yang terjebak di bahagian timur Damsyik terbiasa dengan jatuhnya ratusan roket dan artileri berat setiap harinya, dan ini masih berlangsung sampai saat ini,” ujar Abdullah.
Selain itu, Kim juga melakukan penyelidikan mendalam terhadap seorang pengusaha kaya di wilayah ini yang telah menghabiskan sejumlah besar uang  miliknya untuk membiayai Brigade pejuang Syria di sekitar wilayahnya.
Dalam keterangan kepada Kim, Mustafa Omar mengaku bahawa dirinya turut membantu memfasilitasi kunjungan inspektur PBB ke daerah yang terkesan dengan serangan senjata kimia oleh tentera Bashar Assad. “Ini saya lakukan melalui hubungan dengan kelompok-kelompok yang berbeza dari kekuatan pasukan pejuang,” ujar Omar kepada Kim.
Omar menjelaskan, “Kami tidak mengatakan bahawa kami yang berada di Gouta adalah pejuang terbaik, tapi kami adalah yang terdekat ke ibukota, dan tidak ada tempat lain seperti di lokasi ini yang strategik untuk mencapai ibukota.”
“Sekarang saya dalam sebuah misi di Jordan dan Turki untuk memperoleh senjata dari dunia internasional,” tambah Omar.
Di akhir artikelnya, Kim menyimpulkan bahawa “usulan Rusia kepada PBB untuk melakukan pemeriksaan di gudang persenjataan kimia rejim Syria, merupakan manuver untuk menghindari intervensi militer, tapi sekaligus juga pengakuan terhadap kepemilikan senjata kimia oleh rezim Bashar.  SUMBER

No comments: