Wednesday, July 31, 2013

AFRIKA SELATAN Pula Tolak Kudeta MESIR

Pemerintah Afrika Selatan dalam sebuah pernyataan rAsmi yang dikeluarkan Kementerian Hubungan dan Kerjasama Antarabangsa, menyatakan penolakannya terhadap kudeta militer yang terjadi di Mesir, dan mengutuk pembantaian yang menyebabkan korban jiwa.
 Kementerian Hubungan dan Kerjasama Antarabangsa, Afrika Selatan, turut berduka dan prihatin atas jatuhnya korban jiwa yang berasal dari pendukung Presiden Mursi yang terpilih secara demokratik.
Pemerintah Afrika Selatan menyatakan dukungannya atas imbauan Setiausaha Agung PBB kepada pemerintah Mesir untuk menjamin penghormatan undang-undang  dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Afrika Selatan meminta pembebasan Presiden Muhamad Mursi, dan semua tahanan politik yang ditahan sejak kudeta militer 3 Julai lalu, tanpa syarat.
Dia juga mendesak semua warga Mesir untuk mengadopsi semangat rekonsiliasi nasional, yang pada gilirannya memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kestabilan di masa depan di Mesir.
Afrika Selatan menyatakan kesiapannya untuk berkongsi pengalaman dan membantu Mesir dalam proses transisi pasca revolusi 25 Januari. (rassd/Zhd) sumber

MALAYSIA - Lagi Video Hina Islam

Kuala Lumpur: Satu rakaman video yang menular dalam internet memaparkan seorang individu yang menyambut Aidilfitri bersama anjing mencetuskan kontroversi dan kemarahan umat Islam.

Video itu yang menggunakan latar bunyi takbir raya menunjukkan individu terbabit menyambut Aidilfitri bersama tiga anjingnya. 
Babak sensitif dan menghina Islam dalam video berkenaan bermula dengan aksi individu berkenaan memakai baju Melayu hitam membasuh kaki seekor anjingnya dan kakinya sendiri seolah-olah berwuduk. 


Individu terbabit kemudian meletakkan biskut raya di atas meja untuk dimakan tiga anjingnya.

Video berkenaan yang diakhiri dengan pesanan ‘Raikanlah Aidilfitri Bersama-sama Tanpa Mengira Spesies, Warna dan Asal-Usul’ yang merujuk kepada manusia dan anjing.

Tinjauan BH di laman sosial Facebook mendapati video itu disebarkan secara meluas dan mendapat pelbagai reaksi rakyat Malaysia.

Tindakan tegas 
Bekas Yang Dipertua Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (YADIM), Datuk Nakhaie Ahmad, berkata perbuatan itu perlu dikenakan tindakan tegas.

“Tindakan beliau memaparkan sambutan Aidilfitri bersama anjing boleh mengelirukan umat Islam, walaupun ada mazhab membenar umat Islam membela anjing, namun dalam konteks negara kita, ia tidak sepatutnya berlaku.

“Kita perlu ada fatwa yang jelas tidak boleh buat sesuka hati, perbuatan ini jelas biadap,” katanya ketika dihubungi di sini, semalam. sumber

SAUDI - 67 Kebakaran dalam 48 Jam



Riyadh: Sebanyak 67 kebakaran di beberapa kawasan di Makkah dalam tempoh 48 jam menyebabkan puluhan orang cedera.

Pengarah Pertahanan Sivil, Brigadier Jen Khalaf Al-Matrafi, berkata pasukan pertahanan sivil berjaya memadamkan semua kebakaran berkenaan. 
Beliau berkata, hampir 190 kes rawatan perubatan dilaporkan termasuk membabitkan jemaah umrah. 


“Ada yang cedera agak serius dan perhatian utama diberi kepada jemaah Umrah dalam Masjidilharam selain kawasan sekitar. Majoriti kes membabitkan rawatan di Pusat Pertahanan Sivil.


Mangsa dipindahkan ke hospital

“Kes yang memerlukan perhatian anggota perubatan, dipindahkan ke hospital di pusat bandar,” katanya.
Al-Matrafi berkata, jabatannya melakukan lebih 287 pemeriksaan di seluruh bandar bagi memantau dan mengesan sebarang masalah keselamatan di bangunan dan kediaman.

Pasukan pertahanan sivil juga memantau tahap pencemaran udara, pelepasan gas karbon di terowong dan tempat jemaah berhimpun.

“Ada pemilik bangunan dan kediaman yang melakukan pencabulan syarat keselamatan tetapi semua sudah diselesaikan,” katanya. - AGENSI sumber

Tuesday, July 30, 2013

Habib Rizieq (FPI) Kutuk Tindakan Al-Sisi, Saudi dan Qatar

Bukan hanya menggarap aksi sosial kemanusiaan dan nahi munkar. Front Pembela Islam juga tidak tinggal diam melihat situasipolitik Mesir terkini. Ratusan umat Islam dibunuh di sana. Presiden yang dirampas kuasanya iaitu Muhammad Mursi dipenjara, para ulama Ikhwanul Muslimin ditekan dan ditangkap dan media masa diberangus.

Ketua umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab menyebut sang pelaku rampasan kuasa sebagai brutus.

“Jenderal Sisi tidak lebih hanya seorang brutus yang diangkat oleh Mursi kemudian menusuk dari belakang,” ujar Habib dalam pesan elektroniknya Isnin (29/7/2013).
Kerana itu dia berpesan kepada anak bangsa Mesir untuk bersatu.

“Seluruh bangsa Mesir mesti sedar akan posisi mereka yang telah dipergunakankan oleh militer Mesir dan kaum liberal untuk kepentingannya. Bangsa Mesir dan Ikhwanul Muslimin mesti bersatu menegakkan konstitusi yang sudah mereka sepakati sejak revolusi,” kata Habib.

Habib Rizieq juga mengingatkan kepada negara-negara pendukung junta milter Sisi agar menarik dukungannya kerana penggulingan Mursi merupakan tindakan inkonstitusional.

“Saudi dan Qatar melakukan kesalahan fatal/berat dengan merestui penguasa yang melakukan ramapsan terhadap Mursi sebagai presiden yang sah. Jika Saudi dan Qatar tidak segera insaf atas kesalahannya, maka kelak mereka akan menerima balasannya, kerana Allah SWT Maha Adil,” tegas Habib Rizieq.

Akhirnya dia menyerukan kepada seluruh angggota Organisasi Konferensi Islam untuk bersikap tegas menolak junta militer Sisi.

“Kini, seluruh negara OKI, khususnya Indonesia mesti bersikap tegas menolak pemerintahan inkontsitusional yang berkuasa di Mesir melalui kudeta dan darah rakyatnya sendiri. Apalagi Mesir adalah termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia,” himbau Habib.

Namun Habib meragukan sikap Indonesia untuk Mesir dibawah kepemimpinan SBY yang lemah.
Tapi saya ragu SBY mampu memberi kontribusi bagi rakyat Mesir, padahal semestinya SBY berperan besar sbg pemimpin negara muslim terbesar di dunia. Saya ragu kerana saya tahu SBY lemah, bahkan sangat lemah, hanya mampu “berlakon” untuk sekedar pencitraan, tidak lebih,” tegas Habib Rizieq. sumber
Bukan hanya menggarap aksi sosial kemanusiaan dan nahi munkar. Front Pembela Islam juga tidak tinggal diam melihat kondisi politik Mesir terkini. Ratusan umat Islam dibantai di sana. Presiden terguling Muhammad Mursi dipenjara, para ulama Ikhwanul Muslimin ditekan dan ditangkap dan media masa diberangus.
Ketua umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab menyebut sang pelaku kudeta sebagai brutus.
“Jenderal Sisi tidak lebih hanya seorang brutus yg diangkat oleh Mursi kemudian menusuk dari belakang,” ujar Habib dalam pesan elektroniknya Senin (29/7/2013).
Karena itu dia berpesan kepada anak bangsa Mesir untuk bersatu.
“Seluruh bangsa Mesir harus sadar akan posisi mereka yg telah dimanfaatkan oleh militer Mesir dan kaum liberal utk kepentingannya. Bangsa Mesir dan Ikhwanul Muslimin harus bersatu menegakkan konstitusi yang sudah mereka sepakati sejak revolusi,” kata Habib.
Habib Rizieq juga mengingatkan kepada negara-negara pendukung junta milter Sisi agar menarik dukungannya karena penggulingan Mursi merupakan tindakan inkonstitusional.
“Saudi dan Qatar melakukan kesalahan fatal dg merestui penguasa yang lakukan penggulingan terhadap Mursi sebagai presiden yang sah. Jika Saudi dan Qatar tidak segera insaf atas kesalahannya, maka kelak mereka akan menerima balasannya, karena Allah SWT Maha Adil,” tegas Habib Rizieq.
Akhirnya dia menyerukan kepada seluruh angggota Organisasi Konferensi Islam untuk bersikap tegas menolak junta militer Sisi.
“Kini, seluruh negara OKI, khususnya Indonesia harus bersikap tegas menolak pemerintahan inkontsitusional yang berkuasa di Mesir melalui kudeta dan darah rakyatnya sendiri. Apalagi Mesir adalah termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI,” himbau Habib.
Namun Habib meragukan sikap Indonesia untuk Mesir dibawah kepemimpinan SBY yang lemah.
Tapi saya ragu SBY mampu memberi kontribusi bagi rakyat Mesir, padahal semestinya SBY berperan besar sbg pemimpin negara muslim tebesar di dunia. Saya ragu karena saya tahu SBY lemah, bahkan sangat lemah, hanya mampu “akting” untuk sekedar pencitraan, tidak lebih,” pungkas Habib Rizieq.
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/07/30/fpi-sikapi-mesir-dari-jendral-sisi-yang-brutus-hingga-sby-yang-lemah.html#sthash.sEfKThHd.dpuf

Media MESIR Berusaha Jatuhkan Hamas

Pemimpin Hamas Khaled Meshal mengatakan Media mesir telah berusaha untuk mencemarkan nama baik Hamas kerana kebencian mereka terhadap Ikhwanul Muslimin.

Diaa mengatakan bahawa media telah melakukan jenayah untuk melawan gerakan Mesir, dan telah menggunakan Hamas untuk menodai Ikhwanul Muslimin kerana keterkaitan hubungan yang sangat dekat antara Hamas dan Ikhwanul Muslimin.

Media pemerintah Mesir telah melancarkan kempen kekerasan terhadap Hamas, Hamas dituduh telah membunuh tentera Mesir dan melakukan operasi bersenjata di Sinai.

Media tersebut juga menuduh bahwa Hamas telah memasukkan senjata dan sebahagian elemennya untuk mendukung Ikhwanul Muslimin dan Presiden Mursi.

Meshal mengatakan bahawa matlamat Hamas adalah pembebasan Palestin, dan tidak ikut campur dengan urusan dalam negeri negara-negara Arab, Namun Ia menyerukan untuk memberikan gerakan Islam kesempatan mereka.

Meshal juga mengatakan dalam sebuah program Televisyen “fi Shomim” yang disiarkan oleh saluran Rotana Teluk, bahawa dirinya tidak akan perah mengakui Israel, serta menekankan komitmennya terhadap setiap jengkal tanah Palestin.

Khaled Meshal menambahkan bahawa yang paling penting bagi Israel adalah keamanan Perbatasannya, oleh kerana itu mereka bekerja keras untuk membuat negara-negara tetangga selalu berada dalam konflik yang berkepanjangan. (hr/im) sumber

Isu MESIR - Abbas dan Mossad Terlibat Memfitnah Hamas

Gerakan Pejuang Islam Palestin ‘Hamas’, mendapatkan bukti dokumen keterlibatan Presiden Palestin, Mahmoud Abbas,  atas fitnah yang beredar kepada Hamas di media Mesir.

Pemimpin Hamas, Solah Bardawil mengatakan kepada Aljazeera, adanya bukti dokumen terkait konspirasi komite tertinggi Gerakan Pembebasan Nasional Palestin ‘Fatah’ yang dipimpin Abbas untuk memfitnah Hamas.

Di antaranya dokumen yang dikirim Bahagian Informasi Fatah, kepada Tayeb Abdel Rahim. Tayeb  diminta memberikan bukti-bukti kepada Pihak Berkuasa Palestin, yang diberikan Abbas dalam kunjungan ke Kaherah, Isnin lalu.

Informasi bohong pembocoran rahasia negara oleh Presiden Mursi, dan keterlibatan Hamas dalam pembunuhan 16 tentera Mesir di Sinai tahun lalu, menjadi headline di media Mesir

Selain itu, media Mesir menuduh Hamas ikut dalam aksi serangan bersenjata di Sinai pasca dikudetanya Presiden Muhamad Mursi.

Bardawil mengira Mossad Israel berada dibelakang fitnah terhadap Hamas, akan tetapi ia terkejut adanya keterlibatan Presiden Mahmoud Abbas dalam fitnah tersebut.

Bardawil menganggap ini sebagai cara memusnahkan Hamas dan gerakan perjuangan Islam lainya di Palestin.

Di sisi lain, Abbas Zaki, anggota Komite tinggi Fatah membantah tuduhan Bardawil tentang adanya keterlibatan Presiden Abbas dalam kempen gelap mensasarkan Hamas. (aljazeera/Zhd) sumber

SYRIA - Tentera Kuasai Semula Homs

DAMSYIK: Tentera rejim Syria hari ini mendakwa pihaknya berjaya menawan semula daerah pemberontak, Homs yang menjadi simbil revolusi negara itu selepas beberapa bulan melancarkan serangan.

Sementara itu, di utara pula kumpulan pejuang yang menentang rejim Presiden Bashar al-Assad, dilaporkan berjaya menguasai kawasan strategik di Bandar Aleppo, demikian menurut Badan Pemerhati Hak Asasi Syria.
Bandar Homs dianggap pejuang penentang sebagai 'ibu negara revolusi' yang menjadi laluan utama menghubungi Damsyik dengan pesisir Mediterranean serta kampung halaman Assas iaitu Alawite.


“Pasukan tentera sudah meningkatkan keselamatan dan stabiliti di seluruh kawasan berjiran dengan Khaldiyeh iaitu kawasan terbesar penempatan pihak penentang di tengah bandar Hom. - AFP sumber

Monday, July 29, 2013

Isu MESIR - Erdogan Kutuk Kesatuan Eropah

Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan, seorang pendukung lantang  Presiden Mohamed Morsi, mengecam Kesatuan Eropha dan negara lain-lainnya kerana gagal untuk mengutuk  pembantaian ratusan orang di Kaherah pada hari Sabtu. Mengutuk saja gagal, apalagi bertindak.
Pasukan keamanan Mesir menembak mati lebih dari seratus pendukung Mursi pada hari Sabtu, beberapa hari setelah tentara menyerukan mandat rakyat untuk menghapus “kekerasan dan terorisme” dan setelah penghapusan pemerintahan demokratik pertama Mesir pada tanggal 3 Julai.
Ketua Urusan luar negeri Kesatuan Eropa, Catherine Ashton, mengatakan dia “sangat menyesalkan” kematian dan menyerukan penghentian kekerasan.
Namun Erdogan, yang baru-baru telah menghadapi demonstrasi protes jalanan besar di Turki yang menyerukan dia mundur dari  pemerintah , menuduh Kesatuan Eropa double standard untuk mempertanyakan penggunaan gas air mata polis di Turki tetapi sama sekali tidak berkomentar atas kematian akibat penembakan senjata api yang diarahkan kepada para pendemo di Kaherah.
“Mereka yang diam ketika kehendak rakyat Mesir dibantai, mereka  diam lagi ketika orang dibantai. Apa yang terjadi dengan Kesatuan Eropa (dan) nilai-nilai Eropah, di mana orang-orang yang berkeliling memberikan pelajaran tentang  demokrasi?” Erdogan mengatakan dalam sebuah ucapan berapi api kepada sekelompok pengusaha di Istanbul  yang disiarkan televisyen.
“Di mana PBB? Mana mereka yang menciptakan kehebohan ketika Polis Turki, dengan cara yang sepenuhnya dibenarkan dan sah menurut undang-undang, air yang digunakan (meriam) dan gas pemedih mata . dan sekarang (di Mesir) ketika ada kudeta dan pembantaian , kemana mereka?,” katanya. sumber

Sekular TUNISIA Cuba Tiru Cara Sekular MESIR

Pembunuhan pembangkang sayap kiri , Mohammad al-Brahimi memberikan kesan tekanan pada kabinet Ennahda Tunisia , tekanan pembangkang meningkat untuk membuat Musim Semi Arab kedua yang menginginkan pemerintahan  Islam jatuh.
Ennahda dan keputusannya berkoalisi dengan parti sekuler Kongres untuk Republik (CPR) dan Ettakatol – berhasil meredakan badai sebelumnya yang dicetuskan  oleh pembunuhan pemimpin pembangkang sekular Chokri Belaid pada Feb 6, 2013.
Setelah pembunuhan Belaid itu, mantan Perdana Menteri Hamadi Jebali mengundurkan diri dan pemerintahan membentuk kabinet baru dengan cepat. Langkah ini ditambah dengan jaminan untuk memulihkan  militan Islam agar tenang, meskipun hanya untuk waktu yang singkat.
Namun masalah ekonomi yang berkelanjutan dan penggulingan kekuasaan Ikhwanul Muslimin di Mesir mempengaruhi situasi politik di Tunisia. Dan pembunuhan Brahimi pada Kamis lalu menghidupkan kembali momentum demonstrasi sekular terhadap Ennahda.
Pada hari Jumaat, pemogokan umum membuatkan Negara tersebut lumpuh. Parti -parti sekular membentuk Front Keselamatan Nasional, mendesak pembangkangan rakyat dan mengadakan aksi demonstrasi di luar parlimen, yang mereka tuntut adalah pembubaran pemerintah.
“Pembunuhan Mohammad al-Brahimi diciptakan pihak sekular untuk gempa politik,” kata Alaya Allani, seorang analis politik Tunisia. sumber

Hamas Kutuk Fatah kerana Sokong Kudeta di MESIR

Pemerintah Palestin di Jalur Gaza mengecam aksi tunjuk perasaan yang dilakukan gerakan Fatah di Tebing Barat untuk mendukung pembunuhan di Mesir dan pemberian mandat bagi apa yang disebut gerakan “pemberontakan Gaza” untuk menghabisi gerakan Hamas.
Jurucakap pemerintah Palestin di Gaza, Ihab Gasin, mengecam pernyataan jurucakap gerakan Fatah yang mendukung pembantaian yang terjadi di Mesir dan meminta agar perlawanan Palestin Hamas dihabiskan.
Dia menyerukan kepada seluruh rakyat Palestin untuk menghadang langkah hitam gerakan Fatah ini. Dia mengatakan, “Jika tidak kita akan menemukan seluruh rakyat Palestin tenggelam dalam jurang kegelapan.”
Gasin mengatakan, “Saya khuatir gerakan Fatah menanda tangani perjanjian baru dengan penjajah (Israel dan AS) dalam beberapa hari akan datang, dengan memanfaatkan situasi sekitar saat ini. Melalui perjanjian baru ini  mereka menjual sisa tanah Palestin dan melepaskan tanah dan tempat-tempat suci kita kepada penjajah Zionis.”
Sabtu , lebih dari 150 pendemo pendukung Mursi gugur di lapangan Rabiah Adawiyah, dan lebih dari 4000 lainnya mengalami kecederaan, setelah  pasukan keamanan dan para preman pendukung kudeta di Mesir melepaskan peluru ke arah pendemo pro Mursi. sumber

Kesatuan Afrika Tolak Kudeta, Bekukan Keanggotaan MESIR

Utusan delegasi Kesatuan Afrika diketuai Alpha Oumar Konare, mantan presiden Mali dan mantan Presiden Kesatuan Afrika, tiba di kota Kaherah pada hari minggu untuk memikirkan tindakan lanjut situasi di Mesir pasca keputusan Dewan perdamaian dan keamanan Kesatuan Afrika membekukan keanggotaan Mesir.
Menurut sumber-sumber diplomatik yang mengatakan kepada pejabat berita Anatolia, delegasi Kesatuan Afrika yang terdiri dari 9 tokoh terkemuka Afrika, akan bertemu Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy untuk membahas situasi yang berkembang di Mesir.
Kesatuan Afrika baru-baru ini memutuskan untuk membekukan keanggotaan Mesir dan “menangguhkan penglibatannya dalam semua kegiatan Kesatuan Afrika sampai mengembalikan legitimasi kepada pemimpin yang sah,” ini sebagai bentuk penolakan Kesatuan Afrika dalam menanggapi kudeta militer pada Presiden terpilih Muhamed Mursi. (rassd/Zhd) sumber

MESIR - Morsi Mungkin Dipenjarakan


  • Foto
    Penyokong Morsi meneruskan perhimpunan di Dataran Rabaa Adawiya di Kaherah, semalam. - Foto REUTERS
  • Foto
    Seorang penyokong Morsi membawa sepanduk dengan gambar pemimpin itu di Dataran Rabaa Adawiya ketika mengadakan tunjuk perasaan, semalam. - Foto REUTERS
Tempat sama bekas Presiden, Hosni Mubarak, anak ditahan

Kaherah: Presiden Mohammed Morsi, yang didakwa membunuh dan melakukan beberapa jenayah lain, berkemungkinan dipindahkan ke penjara sama dengan bekas Presiden Hosni Mubarak, kata Menteri Dalam Negeri Mohammad Ebrahim kelmarin. 
Ebrahim berkata, penyokong Morsi juga akan ditangani berdasarkan keputusan pendakwa, selepas meneliti aduan dibuat oleh penduduk mengenai bantahan itu yang menyebabkan jalan raya utama di Kaherah tersekat. 


“Dengan izin Tuhan, ia akan diselesaikan dengan cara tidak mendatangkan kerugian. Namun dengan izin Tuhan juga, ia mesti ditamatkan. Kami berharap mereka dapat berfikir dan menyertai proses politik.

“Mengenai masa untuk menyuraikan penunjuk perasaan, ada penyelarasan lengkap antara kami dan pasukan bersenjata. Mesyuarat terus dibuat untuk menetapkan masa sesuai bagi melaksanakan rancangan menurut aduan yang diserahkan kepada pendakwa mengenai pelanggaran undang-undang oleh penunjuk perasaan,” katanya kepada sidang akhbar.

Tuduh penyokong Morsi

Beliau turut menuduh rakyat yang menyokong Morsi menokok tambah bilangan yang terkorban dalam pertempuran, berkata pasukan keselamatan menggunakan gas pemedih mata untuk menyuraikan penunjuk perasaan. 
Ini berikutan kebimbangan bahawa mereka akan menyebabkan jambatan runtuh dengan membakar tayar kereta.

Namun beliau berkata pasukan keselamatan tidak menggunakan peluru hidup sebaliknya penunjuk perasaan mengalami luka dan cedera akibat peluru hidup yang ditembak oleh penunjuk perasaan.

Wartawan REUTERS, di sebuah hospital yang dikendalikan penyokong Morsi, menyaksikan penunjuk perasaan cedera akibat terkena peluru, kata pasukan perubatan.

Sementara itu, beribu-ribu penyokong Ikhwanul tidak berganjak di ibu kota ini semalam, mengatakan mereka tidak akan meninggalkan perhimpunan walaupun “pembunuhan beramai-ramai” oleh pasukan keselamatan yang menembak mati puluhan di kalangan mereka.

Perkhidmatan ambulans Mesir berkata 72 orang terbunuh dalam keganasan kelmarin dalam satu langkah berwaspada oleh penyokong Morsi yang disingkir, mencetuskan kebimbangan global bahawa negara paling padat dunia Arab itu berisiko terjerumus ke dalam jurang paling dalam. - AGENSI sumber

Sunday, July 28, 2013

Penasihat Syeikhul Azhar Terus Mengkritik Syeikhul Azhar dan Kekejaman Tentera

Syeikh Hasan asy-Syafi’i, penasihat Syeikh Al-Azhar dan anggota Dewan Ulama Mesir, menyatakan pembantaian terhadap para peserta himpunan di  lapangan Rabiah al-Adawiyah, ibukota Kaherah pada Sabtu dini hari adalah kezaliman biadab yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Mesir, laporan TV Al-Jazeera.
Syeikh asy-Syafi’I menyatakan penjajah sekalipun tidak pernah melakukan kebiadaban seperti yang dilakukan junta militer Mesir pada Sabtu pagi. Beliau menyerukan kepada “orang-orang mulia” di Mesir dan seluruh dunia untuk bergerak guna menghentikan serial pembantaian massal di Mesir.
Dalam sambungan telepon dengan TV Al-Jazeera, Syeikh asy-Syafi’i mengatakan, “Lebih dari 100 orang gugur dan 400 orang cedera. Mereka [junta militer] tidak membunuh saat berperang melawan zionis yang merampas tanah suci Palestin, mereka justru membunuh kaum muslimin warga Mesir yang tak bersenjata.”
Asy-Syafi’i menjelaskan bahawa pembantaian pada Sabtu pagi adalah tragedi yang belum terjadi pada era diktator yang paling kejam sekalipun. Diktator Gamal Abdun Nasir tidak membunuh para pendemo yang menentangnya pada 1967. Teebunuhnya seorang pendemo dalam sejarah Mesir sudah cukup untuk menumbangkan kabinet dan mengubah rejim.
Asy-Syafi’i mendesak ulama Mesir, ulama dunia Islam dan “orang-orang mulia” di seluruh dunia untuk bergerak cepat guna menghentikan serial pembantaian massal di Mesir.
“Di mana organisasi-organisasi HAM yang bergerak kerana gugurnya seorang korban? Di mana doctor Muhammad al-Baradei yang mengatakan ketika seorang pendemo gugur pada era Mursi bahawa Mursi telah kehilangan legaliti kepemimpinannya?”
“Saya menyerukan kepada seluruh ulama Mesir, dan paling depan di antara mereka adalah fadhilah Syeikh al-Azhar yang sebelumnya mengumumkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bahawa darah seorang muslim di sisi Allah lebih suci dari kesucian Ka’bah dan bahawa runtuhnya Ka’bah lebih ringan dibandingkan tertumpahnya darah orang yang tak berdosa?”
Syeikh asy-Syafi’i juga menyerukan kepada orang-orang mulia di seluruh penjuru dunia “yang hati nuraninya tidak merasa tenang dengan pembantaian-pembataian yang terus berulang pada markas Garda Republik, monumen [Anwar] Sadat dan di sekitar masjid Al-Qaid Ibrahim di Alexandria, sehingga serial pembantaian massal tanpa alasan ini berhenti.”
(muhibalmajdi/arrahmah.com)
sumber

QATAR Kutuk Keganasan Tentera MESIR

Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk pembantaian pendukung pro Mursi di Medan Rab’ah, Kmenteri Luar juga menyerukan agar semua pihak menahan diri mencegah pertumpahan darah lebih lanjut dan kembali ke transisi demokrasi damai sesuai revolusi 25 Januari.
Sumber rasmi di  Kementerian Luar Negeri, pada Selasa lalu, telah menyatakan keprihatinan atas perkembangan peristiwa di Mesir, terutama setelah bertambahnya korban awam. Kementerian Luar Qatar juga terkejut tindakan penahanan lebih lanjut atas mantan Presiden Mursi, yang dapat mengancam keutuhan negara.
Kementerian Luar Qatar percaya baahwa satu-satunya jalan keluar dari kebuntuan politik adalah solusi berdasarkan dialog nasional. Hal itu tidak dapat dicapai dengan tidak adanya salah satu pihak dalam dialog, ini di buktikan dengan adanya penahanan terhadap tokoh politik. (Aljazeera/Zhd) sumber

Tokoh dan Cendekiawan MESIR Kutuk Tindakan Tentera

Sejumlah tokoh dan cendekiawan intelektual Mesir dalam sidang media sabtu malam waktu Kaherah, mengutuk tindakan pembantaian di dekat Medan Rab’ah Al-Adaweyah dan menyatakan menolak kudeta tentera 3 Julai lalu.
Mereka meminta Menteri Pertahanan Mesir, Jeneral Sisi, dan Menteri Dalam Negeri, Jeneral Ibrahim bertanggung jawab atas pembantaian berdarah pada sabtu lalu, dan menuntut kembalinya Presiden yang sah Muhammad Mursi  serta mengembalikan Konstitusi Negara ke Draft Konstitusi 2012 hasil referendum.
Muhammad Salim Awa dan beberapa tokoh cedikiawan mengusulkan pemberian mandat kepada Perdana Menteri sah hasil pilihanraya (Dr Hisyam Qandil) kuasa penuh untuk mengurus Negara dan mengadakan pilihanraya legislatif dalam 60 hari. Kemudian meminta anggota Majlis Syura baru untuk segera menyelenggarakan pemilihan Presiden lebih awal, “ini sesuai dengan pasal 141 dan 142 konstitusi 2012,” ujar  Salim Awa.
Salim Awa mengatakan bahawa pemilihan umum dan referendum adalah satu-satunya cara mengekspresikan kehendak rakyat, dan Awa mengutuk ucapan menteri pertahanan Abdel Fattah al-Sisi, yang meminta kepada sebahagian rakyat mandat untuk melawan apa yang ia sebut teroris, adalah satu usaha provokasi yang dapat menyebabkan perang saudara.
Di antara tokoh yang ikut menandatangani inisiatif usulan tersebut adalah:  Muhamad Salim Al-Awa, Tariq Bisyri, Sheikh Hassan El Shafei penasihat Sheikh Al-Azhar, kolumnis Fahmi Huweidi, profesor ilmu politik Nadia Mustafa, dan Heba Raouf, Saif Abdel Fattah, Ketua Jami’ah Syar’iyah Muhamad Mukhtar al-Mahdi, Wakil Ketua Partai Wasat Muhamad Mahsub, dan Kapten Majid Khulusi, Kapten Muhamad Abdel Gawad dan lain-lain. (Aljazeera/Zhd) sumber

Pahang Akan Wartakan Pengharaman Syiah

KUANTAN: Pahang akan mewartakan fatwa pengharaman ajaran Syiah bagi mengelak ia daripada terus mengelirukan dan memesongkan akidah umat Islam di negeri ini. 

Yang Dipertua Majlis Ugama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang (Muip), Tengku 
Mahkota Pahang, Tengku Abdullah Sultan Ahmad Shah bertitah, pewartaan itu selaras dengan pengharaman ajaran Syiah di negeri ini yang telah diumumkan beberapa tahun lalu. "Perlu kita wartakan (fatwa pengharaman ajaran Syiah). Bagi negeri Pahang 


kita dah lama haramkan ajaran ini sebab kita amalkan ajaran Ahli Sunnah 
Wal Jamaah dan ia perlu dikekalkan. 

"Ini kerana ajaran Syiah adalah berbeza dengan Ahli Sunnah Wal Jamaah dan 
kita tak mahu ada pihak yang kelirukan dan pesongkan akidah umat Islam dengan 
ajaran ini," titah baginda. 
Baginda bertitah demikian ketika ditemui pemberita selepas berangkat ke 
Majlis Khatam Al-Quran Rakan Muda Ramadan peringkat negeri di sini, semalam. 

Baginda mengulas keputusan kerajaan negeri Kedah yang bakal mewartakan fatwa 
anti-Syiah seperti yang diumumkan Menteri Besar Kedah, Datuk Mukhriz Mahathir pada Khamis lalu. 

Baginda bertitah, ajaran itu tidak boleh dibenarkan berleluasa di negara ini 
kerana ia memberikan kesan buruk kepada umat Islam di negara-negara lain yang 
mengamalkan ajaran itu. 

Mengulas mengenai majlis berkenaan, baginda bertitah program berkenaan dijalankan sejak 17 tahun lalu dan perlu diteruskan bagi melahirkan pelapis qari 
dan qariah dari negeri ini. 

"Kita mahu ia diteruskan supaya pelapis qari dan qariah ini dapat dilahirkan 
dan mewakili negeri seterusnya ke peringkat kebangsaan. 

"Selain itu ia wajar dijadikan platform kepada umat Islam di negeri ini 
untuk meningkatkan ilmu pengetahuan Islam dan bacaan Al-Quran khususnya kepada 
sesiapa yang ingin menjadi imam," titah baginda. 

Turut berangkat, Tengku Puan Pahang, Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah 
Sultan Iskandar dan anakanda, Tengku Hasanal Tengku Abdullah. - BERNAMA sumber

Saturday, July 27, 2013

Imbas Kembali Tentangan Penasihat Syeikhul Azhar

8 Julai - Pasca penyerangan bersenjata oleh tentera terhadap pendemo pendukung Mursi padi (08/07), Syeikh Hasan Syafi'i menyiarkan pernyataannya petang tadi, yang disiarkan oleh Aljazeera TV. Berikut isi pernyataan Syaikh Hasan Syafi'i, yang juga menjabat sebagai Penasihat Grand Syaikh Al-Azhar:

-Konspirasi kudeta sudah dirancang 30 jam sebelum pelaksanaan. Bahkan sudah dimulai di awal kepemimpinan Dr. Muhammad Mursi.

-Saya menolak untuk dijadikan Komite Rekonsiliasi setelah darah syuhada bercucuran. Bagaimana bolehsaya meminta mereka berundur dari demonstrasi, setelah jatuh korban penembakan pada saat solat shubuh.

-Hendaklahs segera mengembalikan chanel-chanel TV Islam agar On Air dengan segera.

-Senjata yang dimiliki chanel-chanel TV Islam adalah senjata pemikiran. Inilah yang kalian takutkan.

-Tekanan kepada Islamiyun tidak akan menjadikan mereka tunduk

-Revolusi 25 Januari tidak akan tergantikan. Perjuangan itu abadi di hati rakyat Mesir dan yang berpaling adalah perusak dan sesat.

-Aib bagi pejuang revolusi bertumpu pada simbol-simbol rejim lama atau ia telah mempertaruhkan masa depannya

-Mana keamanan bagi para pendemo sekarang. Bukankah sebelumnya kalian (Militer) mengamankan pendemo pembangkang?

-Saya tidak setuju tentera Mesir masuk dalam urusan politik. Hendaknya kalian cukup menjaga keamanan tanah air saja.

-Kepada seluruh masyarakat agar bersabar.

-jangan putus asa dari rahmat Allah 

-Saya paham perbedaan antara agama yang benar dan teriorisme. Kaum muslim di Mesir bukan terorisme.

-Kekuatan penindasan yang menakut-nakuti rakyat tidak boleh berlanjut setelah mereka mencicipi kekebasan pada masa pemerintahan Dr. Mursi.

-Saya tidak terima Presiden terpilih Dr. Muhammad Mursi ditahan. Beliau mesti segera dibebaskan.

-Media berusaha menyebarkan isu bahawa pendmeo berusaha menyerang markas Garda Republik. Saya telah mengetahui kejadian sebenarnya dari 10 orang lebih saksi yang mendatangi saya bahawa  isu tersebut adalah dusta.

-Ini adalah sebuah kemunkaran. Kami tidak akan bungkam. Kami akan terus berkata TIDAK. [sinai]

Tentera MESIR Mengganas, 120 Maut, 4500 Cedera

Jumlah kematian di lapangan Rabiah al-Adawiyah meningkat menjadi 120 orang dan sekitar 4500 orang cedera, setelah militer Mesir melakukan pennyerbuan biadab pada Sabtu (27/7/2013) pagi  terhadap para pendemo di lapangan yang berada di Nasr City, ibukota Kaherah, menurut laporan pasukan medik seperti dipetik stesen TV Al-Jazeera.
Pasukan perubatan juga melaporkan serangan militer Mesir juga mengorbankan puluhan rakyat pendemo pendukung Mursi di jalan raya lapangan terbang Kaherah.
Dokter Yusuf Tal’at, salah seorang doktor di rumah sakit lapangan, mengatakan kepada TV Al-Jazeera bahawa semua cedera yang dialami ratusan korban merupakan kecederaan berniat membunuh, majoriti di kawasan kepala dan leher. Doktor itu menambahkan bahawa hospital lapangan penuh dengan korban dan tidak siap menerima pesakit dengan jumlah yang sedemikian besar dan jenis cedera tersebut. sumber

Penasihat Syeikhul Azhar Desak Syeikhul Azhar Kutuk Pembunuhan

Penasihat Syeikh Al-Azhar Syeikh Dr Hassan Syafii meminta Dr Ahmed Al-Tayeb, Imam dan Syeikh Al-Azhar untuk segera campur tangan mencegah pembantaian terhadap pendemo tak bersenjata.
Dr Hassan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan pegwai berita Al-Jazeera Mubasher Mesir, ini adalah pembantaian kepada rakyat Mesir.  Dr Hassan menambahkan, “Saya berharap bahawa  Syeikh Al-Azhar segera mengutuk pembantaian ini dan mendengar langsung kenyataan beliau.” Saya menyeru kepada semua orang untuk segera menghentikan pembantaian berdarah.
Dr Hassan menambahkan, “saya tidak mempunyai apa-apa di umur saya yang tua renta kecuali mengatakan yang haq dan yang batil, serta mengutuk orang yang membolehkan kesucian darah seseorang tumpah.”
Selain itu beliau berpesan kepada seluruh pemimpin muslim dunia, termasuk Presiden Indonesia, Malaysia, dan Negara Islam lainya, untuk segera mengeluarkan kenyataan rasmi mengutuk pembantaian di Medan Rab’ah Al-Adaweyah. (rassd/Zhd) sumber

MESIR - ProSisi Dijamu Makan, ProMursi Dijamu Peluru


(Serangan di Masjid Qaid Ibrahim, Iskandariah malam tadi yang menyaksikan 7 terkorban)

MESIR: Ikhwan Muslimin mengecam tindakan 'double standard' pihak tentera yang menyerang penyokong Morsi dibeberapa kawasan awal pagi tadi sehingga mengakibatkan puluhan lagi terkorban.

Sebaliknya, penyokong Al-Sisi yang diarah berkumpul di Dataran Tahrir diberi layanan lima bintang.

Pemimpin Ikhwan, Dr.Mohammed El-Beltaji dalam temubual secara langsung sebentar tadi dengan stesen Al-Jazeera berkata, pihaknya tidak akan berganjak biarpun berdepan pelbagai ancaman.

"Kami bangga menjadi antara mereka yang dipilih untuk berkata "Tidak" kepada perampas kuasa.

"Kami diperlakukan begini sedang penyokong As-Sisi dan tentera di Tahrir dijamu dengan makanan yang disediakan oleh pasukan tentera dengan biayai wang rakyat, dicetak poster dan diedar gambar Sisi dan dijaga keselamatan mereka oleh polis sedang kami 'dihujani' dengan peluru hidup menjelang sahur tadi," katanya ketika ditemubual di Hospital Raba'ah pagi tadi.

Dalam kejadian menjelang sahur pagi tadi, kumpulan penyokong Morsi di hadapan Universiti Azhar, Jalan Austorad, berhampiran Kubur Anwar Sadat diserang dengan peluru hidup.

(Samseng upahan mengepung Masjid Qaid Ibrahim, ratusan penyokong Morsi terperangkap)

Sekurang-kurangnya 10 telah dilaporkan terkorban termasuk lebih 300 lagi cedera. Angka korban dijangka terus meningkat ekoran ramai mengalami cedera parah.

"Jika anda melihat, lokasi himpunan kami di Raba'ah ini terletak tidak jauh dengan Pejabat Perisikan Perang Askar, bersebelahan ini bangunan Unit Kewangan Majlis Tentera, hanya beberapa meter terletaknya Bilik Operasi Majlis Tentera.

"Jika kami inginkan keganasan sudah lama kami kepung dan ceroboh bangunan-bangunan tentera tersebut dengan jumlah kami yang mencecah jutaan tapi kami tidak lakukannnya. Sudah hampir 30 hari kami berhimpun, jika kami inginkan keganasan maka hari pertama kami berhimpun sudah kami rempuh bangunan milik tentera ini," katanya lagi.

Sementara itu, seorang doktor perubatan yang bertugas di Hospital Raba'ah, Dr.Hisyam Ismail melalui Al-Jazeera sebentar tadi berkata, setiap detik akan tiba di hospital itu mangsa yang cedera dan sehingga kini sudah 700 orang.

terkorban di Iskandariah


Dalam perkembangan berkaitan, tujuh lagi penyokong Morsi terkorban dalam serangan di Masjid Qaid Ibrahim di Iskandariah malam tadi.

Difahamkan, polis mengepung peserta yang berada di dalam masjid sebelum melepaskan gas pemedih mata.

Menurut web Ahram, pasukan tentera menembakkan gas air mata di sekitar lokasi himpunan untuk menyuraikan para peserta himpunan.

Dalam kejadian itu,seorang kanak-kanak 14 tahun didakwa turut terkorban akibat ditusuk dengan senjata tajam di perutnya. sumber